Pengertian dan Manfaat Pemuliaan Ternak

Posted on

Pengertian dan Manfaat Pemuliaan Ternak – Pemuliaan ternak merupakan proses selektif perjodohan hewan yang dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas hewan.

Pengertian dan Manfaat Pemuliaan Ternak
Pengertian dan Manfaat Pemuliaan Ternak

Perbaikan yang dimaksud bisa berupa peningkatan genetis dan tampilan hewan secara keseluruhan, juga harapan hidup dan peningkatan produksi susu atau telur.

Manfaat utama pemuliaan ternak yaitu untuk meningkatkan kualitas hewan ternak. Proses selektif pemuliaan ternak sebenarnya masuk sebagai salah satu cabang sains karena melibatkan ilmu genetik, statistik, psikologi, dan biologi.

Jika dimaknai secara sederhana, pemuliaan ternak adalah aktivitas untuk memelihara hewan guna melindungi ras asli dan meningkatkan kualitas.

Pada prosesnya, dua hewan dari ras yang sama akan dikawinkan sehingga mempunyai keturunan lebih baik secara genetik.

Manfaat Pemuliaan Ternak

Pemuliaan ternak mampu menghadirkan banyak manfaat untuk berbagai kepentingan, baik untuk peternak kelompok maupun individu.

Selain mampu meningkatkan kondisi hewan secara keseluruhan, pemuliaan hewan juga menghadirkan manfaat lain seperti:

  • Meningkatkan rasio reproduksi.
  • Meningkatkan masa produktivitas hewan.
  • Memperbaiki kondisi biologis sehingga lebih tahan penyakit.
  • Memperbaiki kualitas susu, daging, telur, bulu, dan lainnya.
  • Meningkatkan produksi susu, daging, telur, bulu, dan lainnya.

Metode Pemuliaan Ternak

1. Natural method

Secara garis besar, ada dua metode umum pemuliaan ternak yang biasa dipraktikkan peternakan modern saat ini. Meski dua metode tersebut sama-sama bertujuan untuk menghasilkan ternak berkualitas, tapi cara yang digunakan agak sedikit berbeda.

  • Inbreeding

Saat membiakkan hewan sejenis dari induk yang sama selama 4-6 generasi, metode ini bisa disebut sebagai inbreeding.

Salah satu keunggulan dari metode inbreeding yaitu meningkatkan homozigot, yang merupakan benih unggul dari generasi selanjutnya.

Inbreeding pada dasarnya hanya akan mengambil gen terbaik dari dua hewan sehingga kualitas hewan akan termurnikan kembali. Metode ini paling sering dimanfaatkan pada indukan anjing dan digunakan secara intensif di laboratorium.

  • Outbreeding

Merupakan teknik perkawinan yang melibatkan antara dua hewan yang tak punya keterkaitan satu dengan yang lain, bahkan meski masih sama-sama satu indukan. Beberapa juga memaknai outbreeding sebagai perkawinan antar spesies.

Meski demikian, ada beberapa kekurang dari metode outbreeding. Karena melibatkan dua spesies yang berbeda, hewan yang dihasilkan kadang mengalami penurunan fertilitas, rasio pertumbuhan lambat, dan rentan pada penyakit.

  • Crossbreeding

Crossbreeding masih digolongkan ke dalam jenis outbreeding. Pada tipe ini, hewan yang dikawinkan harus dari spesies yang sama tapi beda induk. Dalam kata yang lebih sederhana, perkawinan ini akan menghasilkan hewan berjenis hybrid.

Dalam teknik crossbreeding, pejantan superior biasanya dijodohkan dengan betina superior.

Banyak hewan baru dihasilkan dari strategi ini. Misalnya sapi dengan peranakan buruk lalu dikawinkan dengan banteng superior guna memperbaiki keturunan.

  • Outcrossing

Metode ini masih menjadi bagian outbreeding, tapi ada perbedaan lain terkait hewan yang dipilih.

Hewan yang dijodohkan masih dari peranakan yang sama, tapi harus terpisah selama lima generasi. Dalam arti, induk hewan yang akan dikawinkan harus berbeda.

Teknik outcrossing paling sering dimanfaatkan pada hewan ternak guna meningkatkan rata-rata produksi susu, memperpanjang harapan hidup, dan lainnya.

Karena manfaatnya yang demikian besar untuk peternakan, metode ini termasuk salah satu yang banyak digunakan.

  • Interspecific hybridization

Khusus untuk metode ini, hewan yang dijodohkan sama-sama berasal dari spesies yang berbeda. Sebagai bagian dari metode outbreeding, metode ini sudah banyak diasopsi di negara maju. Teknik ini bisa menurunkan sifat unggulan dari indukannya.

Satu contoh penerapan metode ini yaitu pada mule yang merupakan hasil persilangan antara kuda betina (mare) dan donkey jantan. Mule lebih kuat daripada induknya dan sangat cocok untuk area pegunungan.

2. Artificial method

Metode pemuliaan ternak buatan termasuk salah satu metode modern yang banyak dikembangkan saat ini.

Teknik yang digunakan berbeda, karena tak melibatkan perkawinan langsung antar hewan. Setidaknya ada dua metode buatan yang banyak dipakai di peternakan, yaitu:

  • Artificial insemination

Proses ini dilakukan dengan menempatkan sperma yang diambil dari hewan jantan lalu dimasukkan ke uterus hewan betina oleh peternak. Metode ini bisa membantu peternak mengatasi kelainan yang sering dihadapi saat proses perkawinan.

Yang lebih mengesankan, metode inseminasi buatan mampu memastikan produksi hewan hybrid dengan kualitas yang diinginkan.

Selain itu, inseminasi buatan juga lebih ekonomis karena satu sperma dari satu pejantan bisa dimanfaatkan untuk beberapa betina sekaligus.

  • Multiple ovulation embryo technology (MOET)

Merupakan teknik perbaikan kualitas ternak dengan induksi beberapa embrio ke tubuh betina melalui suntikan hormon.

Setelah itu, fertilisasi kemudian terjadi setelah diberi inseminasi dan embrio yang masih dalam tahap awal lalu diambil.

Tiap embrio yang diambil kemudian ditransplantasikan ke inang buatan dengan kualitas baik guna mengembangkan embrio lebih lanjut.

Karena sifatnya dapat dikontrol, baik metode inseminasi buatan dan MOET dinilai sebagai yang terbaik.

Teknologi ini merupakan hasil kolaborasi antara kejadian alami dan sains. Metode buatan mampu mengatasi beberapa persoalan yang muncul dari perjodohan alami. Rasio kesuksesan metode buatan juga lebih tinggi dibanding metode alami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *