4 Hal Yang Wajib Dilakukan Sebelum Ternak Ayam Kampung

Posted on

Hal Yang Wajib Dilakukan Sebelum Ternak Ayam Kampung – Ayam kampung sering dijadikan bahan membuat berbagai makanan yang lezat. Pada awalnya, ternak ayam kampung banyak dilakukan sebagai sampingan dan menerapkan hobi saja.

4 Hal Yang Wajib Dilakukan Sebelum Ternak Ayam Kampung
4 Hal Yang Wajib Dilakukan Sebelum Ternak Ayam Kampung

Namun, peminat ayam kampung setiap harinya semakin tinggi sehingga hal ini memberikan peluang bagi orang yang ingin menjajal bisnis ternak ayam kampung.

Ayam kampung tidak hanya dimanfaatkan dagingnya saja melainkan telur dan bulunya meskipun tingkat produktivitas telur ayam kampung relatif lebih lambat dibandingkan ayam buras. Pada artikel kali ini, kami akan membahas ternak ayam kampung untuk pemula. Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Menjadi seorang peternak ayam memang tidak mudah dilakukan. Namun, jika kita mempelajari dan melakukan prosedur dengan sebaik – baiknya tentu hasilnya tidak akan sia – sia.

Hal Yang Wajib Dilakukan Sebelum Ternak Ayam Kampung

Hal – hal berikut harus dilakukan sebelum beternak ayam kampung antara lain :

1). Mengenal Sistem Peternakan Ayam Kampung

Dalam beternak ayam kampung, terdapat 3 sistem yakni sistem intensif, ekstensif dan semi intensif. Semua sistem ini menggambarkan skala peternakan mulai skala kecil hingga skala besar. Penjelasan mengenai ketiga sistem ternak ayam kampung tersebut sebagai berikut :

  • Sistem Intensif

Sistem ini prinsipnya adalah ayam ternak dimasukkan dalam kandang sepanjang hari tanpa dilepaskan sama sekali. Sistem intensif ini membuat ayam tidak bisa mencari makan sendiri dan ruang gerak ayam terbatasi.

Kelemahan sistem ini adalah akan membuat pertumbuhan ayam menjadi lambat dan akhirnya pembelian pakan menjadi lebih besar dari yang diharapkan.

  • Sistem Semi Intensif

Dalam beternak ayam kampung secara semi insentif biasanya dilakukan dalam skala menengah hingga skala besar.

Teknik pemeliharaan sistem ini, ayam kampung akan dilepaskan secara bebas di lahan atau pekarangan yang tersedia. Agar ayam tidak keluar dari lahan, disekelilingnya diberikan pagar.

Tidak jarang pada lahan juha dibuat kandang yang bisa digunakan sebagai tempat berteduh ayam jika turun hujan.

Dalam sistem ini, lahan masih dibiarkan alami dengan tujuan agar ternak bisa dengan mudah mendapatkan makanan tambahannya sendiri. Penerapan sistem ini dimulai dari anak ayam yang baru menetas.

  • Sistem Ekstensif (Tradisional)

Terakhir adalah sistem ekstensif yang dikenal juga dengan sebutan sistem umbaran. Cara beternak dengan sistem ini sangat mudah dan tidak perlu menggunakan kandang karena ayam dibiarkan lepas bebas.

Namun, sistem ini memiliki kelemahan antara lain produktivitas rendah, kematian anak ayam yang relatif lebih tinggi dan ayam sangat rawan dimangsa oleh binatang liar.

2). Cari Bibit Ayam Kampung Berkualitas

Bibit bisa diperoleh dari penetasan telur ayam sendiri atau membeli ayam ketika masih DOC (Day Old Chicken).

Sebelum memutuskan membeli bibit, sebaiknya Anda harus mencari tahu asal – usul bibit untuk meminimalisir kerugian. Adapun ciri – ciri DOC yang baik sebagai berikut :

  1. Menetas dalam waktu yang tepat
  2. Mata berwarna cerah dan bersinar (ini harus diwaspadai ketika Anda membeli DOC via online)
  3. DOC terlihat lincah, bugar, sehat dan tidak cacat
  4. Bulu bersih dan terlihat mengkilap
  5. Pemberian Pakan Ternak Ayam Kampung

Pemberian pakan dalam ternak ayam kampung memiliki peran yang sangat besar dalam beternak ayam kampung.

Berikan pakan yang berkualitas yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh ayam setiap harinya.

Pakan tentunya harus diberikan dalam keadaan bersih, segar supaya tidak menimbulkan penyakit. Pakan bisa berupa cacing, sisa makanan yang masih layak makan, atau serangga.

Anda juga bisa memberikan pakan alternative pada ayam dengan tetap memperhatikan kandungan gizinya. Pakan ayam yang baik harus mengandung setidaknya 12 % protein kasar dan energi sebanyak 2500 kal/kg.

Jika Anda ingin cara yang praktis, pakan ayam buatan pabrik bisa dibeli di toko pakan ternak dengan harga yang variatif.

3). Perawatan terhadap Penyakit Ayam Kampung

Ayam kampung dikenal memiliki daya tahan tubuh yang sangat baik, namun munculnya penyakit pada ayam kampung tidak dapat dihindari.

Ada beberapa penyakit yang sering menyerang ayam kampung seperti penyakit gumboro, cacing ayam, tetelo (ND), berak darah, berak kapur, flu burung. Agar ayam yang kita miliki tidak mudah terserang penyakit sebaiknya memperhatikan hal – hal berikut :

  1. Selalu menjaga kebersihan kandang dan lingkungan
  2. Mengusahakan sanitasi kandang yang baik
  3. Melakukan vaksinasi pada ayam secara teratur
  4. Memberikan pakan bergizi dan kaya akan vitamin
  5. Meletakkan kandang di lokasi yang mendapatkan cahaya matahari cukup
  6. Memberikan vitamin dan antibiotik pada ayam dan anak ayam
  7. Segera membuang dan memusnahkan ternak yang mati karena terserang penyakit
  8. Bila perlu, lakukan desinfeksi pada kandang ayam

Membuka usaha ternak ayam kampung harus disertai dengan ketekunan dan keuletan agar hasilnya maksimal. Pada dasarnya usaha daging ayam kampung ini memiliki prospek yang cerah.

Bagi Anda yang sudah pernah mencoba dan masih belum berhasil, teruslah mencoba dan jangan menyerah. Sekian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *