8 Ciri dan Karateristik Udang Harimau

Posted on

Ciri dan Karateristik Udang Harimau – Giant tiger atau Penaeus monodon di Indonesia disebut udang windu atau udang harimau. Udang udang harimau yang memiliki nama lain diantaranya udang windu raksasa, semacam udang harimau hitam, adalah suatu hewan laut dengan kulit keras yang secara luas dibesarkan untuk keperluan konsumsi.

8 Ciri dan Karateristik Udang Harimau
8 Ciri dan Karateristik Udang Harimau

Distribusi udang harimau yang alami terdapat di Pasifik barat Indonesia, berkisar antara pantai Afrika, dari Semenanjung Arab sampai Asia Tenggara, dan Laut Jepang.

Mereka juga dapat ditemukan di Australia, dari Austria timur, dan sejumlah kecil mempunyai koloni di Laut Tengah melalui Terusan Suez.

Penyebaran populasi lebih lanjut terdapat di Hawaii dan Lautan Atlantik termasuk Amerika Serikat (Florida, Georgia dan South Carolina).

Udang harimau terbagi dua jenis yakni jenis Penaeus Monodon (udang hago, pencet) dan jenis udang Penaeus Semisu/Catus (udang Krasak).

Dari banyak jenis udang yang dibudidayakan, udang harimau lah yang merupakan jenis udang bisa tumbuh dengan ukuran besar. Ukuran Udang harimau sendiri dapat mencapai panjang 34 cm dan berat 250 gram.

Ciri dan Karateristik Udang Harimau

1. Pembagian Tubuh

Sama seperti jenis udang pada umumnya, udang harimau mempunyai ciri morfologis yang dapat digolongkan menjadi dua bagian, yakni:

a) Bagian Kepala

Bagian kepala pada udang harimau dilindungi oleh sebuah cangkang kepala atau yang disebut sebagai Carapace. Bagian depan udang harimau meruncing dan melengkung, membentuk huruf S yang disebut cucuk kepala (rostrum).

Di bagian atas rostrum terdapat 7 gerigi dan bagian bawah terdapat 3 gerigi untuk P monodon. Bagian kepala lainnya yaitu:

  • Sepasang mata facet atau mata majemuk bertangkai dan dapat digerakkan.
  • Mulut yang letaknya pada bagian bawah kepala dengan rahang (mandibula) yang kuat.
  • Sepasang sungut besar atau antena.
  • Dua pasang sungut kecil atau antennula.
  • Sepasang sirip kepala (Scophocerit).
  • Sepasang alat pembantu rahang (Maxilliped).
  • Kaki jalan yang jumlahnya lima pasang (pereopoda), kaki jalan pertama, kedua dan ketiga bercapit yang dinamakan chela.

Terdapat hepatopankreas, jantung dan insang pada bagian dalam.

b). Bagian Badan dan Perut (Abdomen)

Bagian badan udang harimau tertutup oleh 6 ruas. Ruas yang satu dengan lainnya dihubungkan oleh selaput tipis.

Terdapat lima pasang kaki renang (pleopoda) yang melekat pada ruas pertama sampai dengan ruas kelima. Pada ruas keenam, kaki renang berubah bentuk menjadi ekor kipas (uropoda).

Di antara ekor kipas, ekor yang bentuknya meruncing pada bagian ujungnya yang disebut telson. Organ dalam yang dapat diamati adalah usus (intestine) yang bermuara pada anus yang terletak pada ujung ruas keenam.

c). Alat Kelamin

Udang jantan dan udang betina dapat dibedakan berdasarkan alat kelamin luarnya. Alat luar jantan disebut petasma, yang terdapat pada kaki renang pertama.

Sedangkan lubang saluran kelamin udang harimau terletak diantara pangkal kaki jalan ke-4 dan ke-5. Alat kelamin primer udang harimau dinamakan gonad. Gonad terdapat didalam bagian kepala dada.

Pada udang jantan yang dewasa, gonad akan menjadi testes yang berfungsi sebagai penghasil mani (sperma). Sedangkan pada udang betina gonad akan menjadi ovarium (indung telur) yang fungsinya untuk menghasilkan telur.

Ovarium yang telah matang akan meluas sampai ke ekor. Sperma yang dihasilkan oleh udang jantan ketika kawin akan dikeluarkan dalam kantung seperti lender yang disebut kantong sperma (spermatophora).

Dengan bantuan petasma, kantong sperma dilekatkan pada thelicum udang betina bertelur. Kantong sperma akan pecah dan sel-sel spermanya akan membuahi telur di luar badan induknya.

2. Sifat dan Perilaku

Berikut ini adalah beberapa sifat dan perilaku udang harimau yang perlu diketahui oleh pembudidaya udang agar pelaksanaan budidaya udang harimau berhasil secara optimal.

a). Aktivitas

Udang harimau memiliki sifat nocturnal yang berarti udang harimau lebih aktif bergerak dan mencari makanan pada suasana yang gelap atau redup.

Apabila udang harimau terpapar sinar yang terlalu terang, biasanya udang harimau akan diam berlindung di dasar perairan.

Oleh sebab itu, udang harimau perlu diberikan pakan yang lebih banyak pada sore dan malam hari, sedangkan pada saat siang hari yang terang benderang udang harimau tidak perlu diberikan pakan sebanyak sore dan malam hari.

Udang harimau lebih suka dinggal di dasar perairan (bentik) atau menempel pada benda di dalam air.

Jenis ini juga peka terhadap kondisi dasar tambak yang kotor dan busuk. Keadaan tambak yang kotor dan busuk dapat menyebabkan udang harimau lekas merasa stress.

b). Kanibalisme

Pada umumnya udang dan semua jenis hewan crustasea memiliki sifat kanibal, yakni memangsa sesama jenis yang kondisinya lebih lemah, misalnya udang yang sedang dalam proses ganti kulit sering sekali dimangsa oleh udang lain atau udang yang ukurannya lebih kecil dimangsa oleh udang yang lebih besar terutama jika udang terserbut dalam keadaan kelaparan atau kurang diberi makan.

Udang harimau memiliki sifat kanibalisme, di alam liar maupun di tambak.

Udang harimau seringkali memangsa sesama jenisnya apabila merasa lapar dan pada saat ketersediaan makanan tidak ada.

Udang yang seringkali menjadi mangsanya adalah udang yang sedang dalam proses ganti kulit atau molting.

3. Ganti Kulit

Udang harimau berganti kulit secara periodik. Pada proses ganti kulit, udang harimau berkesempatan untuk tumbuh besar secara nyata.

Udang harimau muda lebih sering berganti kulit daripada udang tua sehingga udang muda lebih cepat tumbuh ketimbang yang tua.

3. Daya Tahan

Saat masih dalam bentuk benih, udang harimau memiliki sifat euryhaline yang artinya mereka sangat tahan terhadap fluktuasi kadar garam.

Oleh sebab itu, udang harimau dapat dipelihara di tambah dengan kadar garam yang bervariasi. Dari kisaran salinitan 3-5 promil di tambak yang jauh dari laut hingga dalam tambak dekat laut yang berkadar salinitas 20-30 promil.

Di tambak yang airnya dangkal, daya tahan terhadap goncangan suhu juga cukup besar. Di malam hari, suhu dapat mencapai 22 C atau dibawah 25 V akan tetapi pada siang hari terutama musim kemarau mungkin suhu sering mencapai 31 C.

Meskipun dengan keadaan suhu seperti itu, udang harimau tetap dapat tumbuh dengan cukup baik.

4. Sistem Pencernaan

Alat pencernaan makanan udang harimau terdiri atas tiga bagian, yakni tembolok, lambung otot, dan lambung kelenjar. Dalam perut udang harimau terdapat gigi-gigi kalsium yang tampak beraturan dan berderat secara longitudinal.

Selain gigi kalsium, terdapat juga batu-batu kalsium gastrolik yang berfungsi mengeraskan rangka luar (eksoskeleton) setelah terjadi pengelupasan kulit (eksdisis).

Urutan pencernaan makanan udang harimau dimulai dari mulut, kerongkongan (esophagus), lambung, usus dan anur. Hati berada di dekat lambung. Sisa-sisa metabolism tubuh dieksresikan melalui kelenjar berwarna hijau.

5. Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah udang harimau disebut sistem peredaran darah terbuka, karena beredarnya darah udang harimau tanpa melalui pembuluh darah.

Darahnya mengandung hemosianin yang memiliki daya ikat rendah terhadap oksigen.

6. Sistem Respirasi

Udang harimau bernapas dengan insang yang melekat pada anggota tubuhnya. Oksigen masuk dari air ke pembuluh insang, sedangkan karbon dioksida berdifusi dengan arah berlawanan.

Oksigen ini akan diedarkan ke seluruh tubuh tanpa melalui pembuluh darah.

7. Sistem Saraf

Sistem saraf udang harimau disebut pula sebagai sistem saraf tangga tali. Pada system saraf ini, ganglion kepala (otak) berhubungan dengan antena (indraperaba), mata (indra penglihatan), dan statosista (indra keseimbangan).

8. Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi golongan hewan ini bersifat diesis (ada jantan dan betina) dan pembuahan berlangsung di dalam tubuh betina (fertilisasi internal).

Telur menetas menjadi larva yang berukuran sangat kecil, memiliki kaki berjumlah tiga pasang dan bersilia. Untuk dapat menjadi dewasa, larva akan mengalami pergantian kulit (ekdisis) berkali-kali.

Demikian penjelasan singkat tentang ciri dan karakteristik udang harimau. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan dan bisa memberikan manfaat.

Baca Juga : Ciri dan Karakteristik Udang Cherry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *