Ciri dan Karakteristik Sapi Simental

Posted on

Ciri dan Karakteristik Sapi Simental – Di antara jenis sapi pedaging dan sapi perah, sapi simental menjadi primadona.

Ciri dan Karakteristik Sapi Simental
Ciri dan Karakteristik Sapi Simental

Salah satu keunggulan sapi simental yaitu mudah dijinakkan dan dipelihara, di samping mempunyai harga jual lebih tinggi. Jika mengacu pada asal usulnya, sapi simental berasal dari negara Swiss.

Jika ditelusuri lebih lanjut, beberapa sumber menyebut kalau sapi simental merupakan persilangan dari sapi asli Swiss dengan sapi Jerman.

Dari negara Swiss, sapi simental kemudian menyebar ke berbagai negara dan benua. Sapi simental saat ini bisa ditemukan di Amerika, Australia, Selandia Baru, dan tentu saja Indonesia.

Karena memang berasal dari Eropa, sapi dimental dikenal dengan perawakan tubuhnya yang tinggi besar. Dengan ukurannya yang luar biasa besar, oleh peternak, sapi simental dihargai sangat tinggi.

Terlebih saat menjelang hari raya qurban, harga yang dipatok bisa melonjak lebih tinggi dari biasanya. Bahkan untuk ukuran anak sapi, harga sapi simental masih lebih tinggi dari sapi dewasa biasa.

Keunggulan Sapi Simental

Sapi simental menawarkan banyak keunggulan dibanding jenis sapi lain. Selain massa daging yang sangat berlimpah, sapi simental bisa dimanfaatkan sebagai sapi perah selain sebagai sapi potong. Meski demikian, di tanah air sapi simental kerap dimanfaatkan sebagai potong.

Tak salah memang jika peternak masih memanfaatkan sapi simental sebagai sapi potong. Alasannya kebutuhan daging nasional masih belum tercukupi.

  • Bisa dimanfaatkan sebagai sapi perah dan sapi potong.
  • Kadar lemaknya sangat rendah.
  • Prosentase daging sangat tinggi.
  • Kenaikan bobot per hari sekitar 2,1 kg.
  • Bobot totol sapi dewasa mencapai 1,400 kg.
  • Ukurannya besar, baik saat dilahirkan hingga masa sapih.

Ciri Sapi Simental

Ada ciri khusus yang hanya dipunyai sapi simental, atau yang biasa dikenal dengan sapi si metal di tanah air. Mengetahui ciri sapi simental memberi keuntungan sendiri, yaitu agar tak sampai tertipu oleh penjual sehingga terhindar dari kerugian dalam jumlah besar.

  • Sapi simental dewasa berbobot sekitar 600-800 kg.
  • Bagian atas kepala sapi simental biasanya bercorak putih.
  • Bentuk tubuh keseluruhan sangat padat, berisi, dan panjang.
  • Bulu berwarna cokelat ke kuning-kuningan.

Karakteristik Sapi Simental

Dilihat dari aspek genetik, sapi simental merupakan tipe sapi besar yang mampu hidup di iklim dingin, dan termasuk golongan sapi Taurus. Meski sudah masuk di Indonesia untuk jangka waktu lama, tapi sapi simental yang ada di tanah air bukan merupakan ras murni.

Sapi simental yang ada di tanah air umumnya hasil persilangan. Meski demikian, karakteristik sapi simental yang asli tetap terbawa. Ini bisa dilihat dari perawakan tubuhnya yang sangat berotot juga kekar, selain juga warna dasar bulunya yang merah kecokelatan.

Karakteristik khusus dari sari simental yaitu di area kepala, kaki, dan ujung ekor biasanya berwarna putih. Tak banyak lemak yang bisa ditemukan di sapi simental. Ini bisa dipahami karena prosentase daging sapi simental lebih tinggi daripada lemak.

Sapi simental mampu mengkonsumsi makanan melebihi porsi standarnya, itu sebabnya perkembangan sapi ini terbilang cepat.

Metabolisme sapi simental juga tinggi, karenanya diperlukan tata kelola sistem pemeliharaan yang baik guna menunjang perkembangan sapi sampai tahap maksimal.

Misalnya, sistem pemeliharaan harus didukung dengan pemberian pakan yang sesuai perkembangan. Ini sangat diperlukan guna menghasilkan sapi super dengan ukuran jumbo yang mempunyai berat di atas 1 ton hanya dalam waktu relatif singkat.

Budidaya Sapi Simental

Untuk membiakkan sapi simental, peternak setidaknya harus menyediakan kandang yang lebih luas, minimal 2,5 x 1,5 m. Idealnya, tiap satu ekor sapi simental diberi satu kandang. Gunanya untuk menjaga pertumbuhan tiap sapi agar seimbang karena tak perlu berebut makanan.

Kebersihan harus menjadi poin utama yang harus diperhatikan jika berencana memelihara sapi simental. Sebagaimana yang sudah banyak dipahami, kandang yang tak terurus bisa menyebabkan berbagai pathogen muncul yang selanjutnya bisa mengganggu kesehatan sapi.

Beberapa jenis vaksin juga harus diberikan guna membantu mencegah kemungkinan sapi jatuh sakit. Sapi juga perlu dimandikan untuk jangka periode tertentu secara rutin untuk menjaga pertumbuhan jamur, kutil, dan penyakit kulit lain yang bisa datang kapan saja.

Terkait masa panen sapi simental, peternak bisa mulai menjual saat sapi mulai mempunyai bobot paling tidak 400 kg. Ingat, perkembangan bobot sapi bisa mencapai 1,5-2,1 kg per hari. Jadi bisa dihitung berapa bulan kira-kira sapi simental sudah siap jual.

Harga Pasaran Sapi Simental

Ada banyak alasan kenapa sapi simental banyak diburu pembeli, salah satunya jelas karena unggul secara kualitas dari sapi jenis lain. Dengan semua keunggulan tersebut, sangat wajar kalau sapi simental dibanderol cukup mahal untuk satu ekornya.

Harganya jelas jauh lebih tinggi dibanding jenis lain. Untuk saat ini, harga pasaran sapi simental usia remaja bisa laku sampai Rp. 10,5 juta.

Sedang untuk sapi simental dewasa, harganya bahkan mencapai Rp. 18 juta. Nominal tersebut bahkan bisa naik lagi menjelang hari raya qurban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *