Jenis dan 5 Cara Ternak Sapi Potong Paling Berhasil

Posted on

Cara Ternak Sapi Potong – Bisnis sapi potong merupakan bisnis yang sangat menggiurkan dan saat ini banyak dilakukan oleh orang dari berbagai kalangan. Ternak sapi potong disebut juga usaha penggemukan sapi.

Jenis dan 5 Cara Ternak Sapi Potong Paling Berhasil
Jenis dan 5 Cara Ternak Sapi Potong Paling Berhasil

Prinsip ternak sapi potong adalah memelihara sapi yang beratnya kurang sehingga menjadi sapi dengan berat yang diinginkan.

Selain itu, ternak sapi potong bisa dilakukan dalam waktu yang singkat yakni sekitar 3 hingga 5 bulan. Berikut adalah ulasan tentang cara ternak sapi potong yang mudah bagi pemula!

Cara Ternak Sapi Potong

Jika Anda memutuskan untuk menekuni usaha ternak sapi potong, terlebih dahulu Anda harus mengetahui beberapa hal yang sangat penting.

1). Jenis Sapi Potong

Sapi potong digolongkan menjadi tiga kelompok berdasarkan sumbernya yakni sapi lokal, sapi impor dan sapi hasil persilangan. Di Indonesia, ada beberapa jenis sapi yang banyak diternakkan seperti :

  • Sapi Bali

Sapi yang sangat banyak digunakan untuk ternak sapi potong adalah sapi Bali. Sapi Bali hanya bisa dibudidayakan di daerah iklim tropis dengan ketinggian 100 mdpl seperti di Bali, Sulawesi, NTT dan NTB.

Sapi Bali memiliki ciri warna coklat di tubuhnya, namun warna ini akan berubag menjadi semakin gelap seiring bertambahnya umur sapi.

Sapi Bali banyak dibudidayakan karena memiliki keunggulan tekstur daging yang lembut dan lemaknya sedikit sehingga banyak yang menyukai daging dari sapi Bali.

  • Sapi Impor

Sapi impor saat ini mulai disukai oleh para peternak sapi potong dalam negeri. Seperti namanya sapi impor berasal dari negara sub tropis seperti Eropa dan Amerika yang karena dipadukan dengan teknologi yang canggih membuat sapi jenis ini bisa dengan mudah dibudidayakan di Indonesia.

Sapi impor memiliki kelebihan yang tidak dimiliki sapi lokal seperti pertumbuhan daging serta ukuran tubuh yang lebih besar.

Jenis sapi impor yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah sapi Simental yang berasal dari Swis, sapi Limosin dari Perancis dan sapi Aberdeen dari Skotlandia.

  • Sapi Ongole

Sapi Ongole merupakan jenis sapi yang berasal dari India. Sapi ini tergolong lebih mudah dipelihara karena sifatnya mampu beradaptasi dengan mudah terutama di iklim tropis seperti di Indonesia.

Sapi Ongole sangat disukai oleh para peternak sapi potong di Indonesia. Sapi Ongole dicirikan memiliki warna kulit putih, pada sekitar kepalanya memiliki warna yang cenderung abu – abu, tubuhnya agak panjang, lehernya pendek dan kakinya tampak panjang.

Kekurangan sapi Ongole adalah pertumbuhannya yang lebih lambat dari dua jenis sapi yakni sapi Bali dan sapi Impor. Sapi Ongole terbagi menjadi dua jenis yakni Sumba Ongole (SO) dan Peranakan Ongole(PO).

2). Persiapan Kandang

Dalam persiapan kandang sapi, peternak harus memperhatikan konstruksi kandang karena secara umum kandang harus bisa melindungi sapi dari perubahan iklim dan cuaca.

Kandang sapi terbagi menjadi 3 tipe yakni kandang terbuka, tertutup dan setengah terbuka. Pada dataran rendah, kandang sapi terbuka dan setengah terbuka sangat cocok karena meskipun cuaca panas tetapi tiupan angin tidak terlalu kencang.

Sementara kandang dinding tertutup biasanya diterapkan di daerah yang berangin kencang dan dingin. Selain jenis kandang, ada beberapa perlengkapan yang harus ada dalam kandang sapi seperti

  1. Tempat pakan dan minum yang terbuat dari bahan yang aman dan tidak mudah pecah.
  2. Tempat tambat berupa tonggak atau tiang untuk mengikat sapi
  3. Peralatan kebersihan kandang seperti sikat, sekop, garpu dan lain – lain.

3). Pemilihan Bibit Sapi

Pemilihan bibit sapi memiliki pengaruh yang besar terhadap generasi sapi berikutnya. Bibit sapi yang baik memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

  1. Berusia sekitar 2 – 3 tahun dengan ditandai munculnya gigi power pada sapi sejumlah 4 biji. Sapi dengan umur tersebut lebih berpotensi menambah bobot tubuhnya.
  2. Ukuran kepala dan badan harus seimbang, tulang punggung lurus dan sejajar serta tidak bengkok, leher sapi kekar.
  3. Ukuran yang ideal dengan tinggi pundak sekitar 135 cm dan panjang 170cm.
  4. Jangan pilih sapi jantan yang sehat
  5. Berat minimal 200 kg
  6. Bulu sapi pendek dan tidak berminyak, teksturnya halus, berwarna cerah dan tidak kusam.

4). Pemberian Pakan Sapi

Pemberian pakan sapi sangat berperan penting dalam usaha ternak sapi potong. Tentunya asupan pakan yang diberikan harus berkualitas dengan jumlah yang cukup agar pakan yang masuk dalam tubuh sapi dapat diubah menjadi daging dan lemak. Dalam pemberian pakan, berikut adalah hal yang harus diperhatikan :

  1. Mengandung zat gizi tinggi, tidak beracun, dan mudah diperoleh
  2. Makanan pokok bagi sapi adalah hijauan seperti rerumputan, kacang – kacangan maupun dedaunan. Setiap hari sapi memerlukan kurang lebih 10 % – 12 % pakan hijauan dan 1 % – 2 % pakan tambahan.
  3. Pemberian pakan hijauan harus 3 kali sehari, sedangkan pakan tambahan diberikan sebelum pemberian pakan hijauan.
  4. Agar semakin sehat, sapi sebaiknya diberikan vitamin tambahan.

5). Perawatan Sapi

Agar tidak mudah terserang penyakit dan tetap berkualitas, sapi potong juga memerlukan perawatan. Perawatan ini seperti pemberian obat cacing dan vaksinasi, pembersihan kandang 2 kali/ hari, memandikan sapi 1 – 2 hari sekali agar sapi tetap bersih.

Memulai bisnis sapi potong memang membutuhkan modal yang besar, namun dibalik itu juga tersimpan keuntungan yang menggiurkan. Intinya adalah ketelatenan dalam beternak sapi potong. Tertarik mencobanya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *