6 Cara Ternak Kelinci Untuk Pemula

Posted on

Cara ternak kelinci – Usaha ternak kelinci saat ini menjadi usaha yang sangat menjanjikan dan mulai diminati­­­. Bagi peternak kelinci, kelinci merupakan binatang menggemaskan yang memiliki nilai ekonomis tinggi karena mudah berkembang biak, cepat beradaptasi dengan lingkungan dan sifatnya mudah dijinakkan.

6 Cara Ternak Kelinci Untuk Pemula
6 Cara Ternak Kelinci Untuk Pemula

Kelinci dibedakan menjadi dua golongan yakni kelinci hias dan kelinci pedaging. Kelinci hias biasanya dipelihara sebagai hewan kesayangan sedangkan kelinci pedaging biasanya dipelihara untuk dimanfaatkan mulai daging, kulit atau bulunya.

Nah, dalam artikel ini kita akan membahas tentang panduan dan cara ternak kelinci!

Pemeliharaan kelinci terutama kelinci pedaging sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dilakukan, terlebih jika kita telaten dan  mengikuti prosedur dengan baik.

Panduan dan Cara ternak kelinci

Jika Anda memutuskan untuk memulai usaha beternak kelinci, ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan seperti :

1). Kenali Jenis Kelinci Budidaya

Sebelum beternak kelinci, kita harus mengetahui jenis – jenis kelinci budidaya. Berdasarkan habitatnya, pengelompokan jenis kelinci terdiri dari kelinci liar (Lepus curpaeums) dan kelinci peliharaan (Oryctolagus cuniculus). Sedangkan berdasarkan panjang bulunya, kelinci memiliki beberapa jenis atau ras sebagai berikut :

  • Angora
  • American Chinchilla
  • Dutch
  • English Spot
  • Himalayan
  • Lyon
  • Kelinci Jawa (Lepus negricollis)
  • Kelinci Sumatra (Nesolagus netseherischgel)
  • Kelinci Pedaging (Flemish Giant dan New Zealand White)

2). Siapkan Kandang Kelinci

Setelah tahap mengenal jenis kelinci, bagi calon peternak kelinci wajib menyiapkan kandang sebelum beternak kelinci. Kandang kelinci terbagi menjadi dua tipe yakni tipe terbuka dan tertutup.

Kandang tipe terbuka dapat berupa area lahan yang diberi pagar pembatas. Tentu, untuk membuat kandang tipe terbuka ini setidaknya Anda harus memiliki lahan yang cukup luas untuk perkembangbiakan kelinci.

Kandang terbuka lebih memudahkan peternak dalam memelihara kelinci karena kandang ini membuat kawanan kelinci lebih mudah dalam mencari makan sendiri.

Sementara itu, untuk kandang kelinci tertutup dapat berupa kandang pada umumnya memiliki lantai, dinding dan atap. Kandang tipe ini masih terbagi lagi menjadi dua jenis yakni postal dan baterai.

Kandang postal bisa digunakan untuk beberapa ekor kelinci sekaligus. Banyak peternak kelinci menggunakan kandang tipe postal untuk perkembangbiakan dan perawatan anak kelinci.

Tipe kandang kedua adalah kandang baterai yang telah dirancang sebagai tempat satu ekor kelinci perkandang dan biasanya berupa rak susun. Kandang tipe ini digunakan pembudidaya untuk tempat pembesaran kelinci.

3). Pilih Indukan Kelinci Berkualitas

Setelah menyiapkan kandang, peternak juga perlu mengetahui cara memilih indukan kelinci. Ini adalah point yang sangat penting dan perlu diperhatikan karena indukan atau bibit sangat berperan dalam menentukan keberhasilan usaha ternak kelinci. Dibawah ini merupakan kiat untuk memilih indukan kelinci:

  • Cari kelinci yang kesehatannya baik dan merupakan keturunan kelinci yang memiliki banyak anak sekali kelahiran.
  • Perhatikan bobot tubuh, indukan betina memiliki bobot ideal 4 – 5 kg, kelinci jantan bobot idealnya 3 – 5 kg
  • Pinggul bulat penuh dan punggung tidak cekung.
  • Mata cerah, segar dan tidak lesu
  • Bulunya bersih terutama daerah kelamin.

4). Siapkan Pakan yang sesuai 

Dalam ternak kelinci, agar menghasilkan kelinci yang sehat dan berkualitas, Anda bisa memberikan hijauan, vitamin, dan konsentrat.

Hijauan yang disukai kelinci adalah sayuran seperti wortel, sawi, lobak, daun singkong. Anda juga bisa memberikan berbagai jenis rerumputan dan dedaunan dari kacang tanah, papaya atau jagung.

Selain itu, untuk konsentrat biasanya berupa pellet yang praktis dan memiliki nutrisi yang lengkap. Pemberian konsentrat dan hijauan sebaiknya tidak dilakukan pada waktu yang sama.

Pemberian hijauan ada kelinci mulai dari umur 2 minggu. Namun, sebaiknya hijauan dilayukan agar kadar air dalam sayuran berkurang guna mencegah kembung pada anakan kelinci karena hal ini dapat menyebabkan anakan menjadi mati.

Perharinya kelinci membutuhkan 4 – 5 % pakan dari berat tubuhnya. Pada kelinci muda sampai 4 bulan memerlukan hijauan sebanyak 20 % dari total pakan. Semakin berat dan besar kelinci, maka kebutuhan hijauannya juga akan semakin meningkat.

5). Pelajari teknik perkawinan kelinci

Kelinci siap dikawinkan pada usia 6 – 12 bulan dan tergantung dari jenisnya. Tanda – tanda birahi yang akan ditunjukkan kelinci siap kawin  sebagai berikut :

  • Tampak gelisah seolah mencari pejantan
  • Gemar menggosokkan dagunya pada objek disekitarnya
  • Vulva berwarna kemerahan dan basah

Perkawinan kelinci terbagi menjadi dua cara yakni berkelompok dan berpasangan. Berkelompok dilakukan dengan memasukkan sejumlah betina dan pejantan dalam satu kandang. Satu pejantan bisa mengawini 5 – 10 betina. Cara kedua dilakukan dengan memasukkan satu betina dan pejantan dalam satu kandang dan amati perkembangannya.

Masa birahi kelinci berlangsung 11 – 15 hari dengan masa kehamilan 28 – 35 hari tergantung dari jenis rasnya. Kelinci betina siap dibuahi kembali, 2 minggu setelah melahirkan. Dalam setahun, kelinci mengalami sampai 5 kali kehamilan dengan jumlah anak sekali kelahiran 4 – 12 ekor.

6). Pelajari teknik panen kelinci

Dalam ternak kelinci sebenarnya tidak memiliki indikator khusus usia panen kelinci. Sama seperti sapi atau kambing, kelinci bisa dijual kapanpun mulai dari anakan yang telah disapih hingga kelinci dewasa. Namun, masa pada kelinci pedaging saat kelinci sudah berusia 3,5 bulan atau saat bobotnya mencapai 2 – 3 kg.

Demikian panduan dan cara ternak kelinci yang mudah untuk pemula agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Semoga artikel ini bisa membantu dalam usaha Anda dan semoga berhasil !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *