6 Cara Ternak Jangkrik Paling Efektif Untuk Pemula

Posted on

Cara Ternak Jangkrik – Jangkrik adalah serangga yang sering digunakan sebagai tambahan nutrisi pada hewan seperti burung, ikan dan hewan lainnya.

6 Cara Ternak Jangkrik Paling Efektif Untuk Pemula
6 Cara Ternak Jangkrik Paling Efektif Untuk Pemula

Dari alasan ini, permintaan jangkrik semakin hari semakin naik disebabkan tingginya minat orang untuk memelihara burung, reptil atau ikan.

Pembudidayaan jangkrik sangat mudah dilakukan mulai dari skala kecil hingga skala besar. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas cara ternak jangkrik yang mudah dipraktekkan. Mari kita simak ulasan berikut !

Jangkrik yang hidup di alam bebas dikenal sebagai hewan pemakan dedaunan atau disebut herbivora. Sedangkan, pada tempat budidaya jangkrik biasanya diberikan banyak sekali nutrisi seperti sayuran yang mengandung banyak air seperti bayam, selada, mentimun atau sawi.

Baca Juga : Cara Penyimpanan Jangkrik

Cara Ternak Jangkrik

Untuk mulai pembudidayaan jangkrik tentunya ada beberapa tahapan yang harus dilewati sebagai berikut :

1). Persiapan kandang jangkrik

Sama seperti hewan lainnya, sebelum beternak jangkrik hal yang perlu dipersiapkan ada kandang jangkrik. Kandang jangkrik umumnya dibuat dari papan kayu atau triplek yang bagian atasnya dilapisi dengan kasa berbentuk peti kotak. Untuk kandang jangkrik kotak tunggal memiliki ukuran 100 cm x 60 cm x 40 cm.

Para pembudidaya membuat kandang jangkrik dengan bagian atas yang bisa dibuka dan ditutup menggunakan engsel. Bagi pembudidaya yang memiliki keterbatasan lahan, kandang jangkrik juga bisa dibuat bersusun.

Kandang sebaiknya diletakkan di ruangan gelap yang tidak terpapar cahaya matahari secara langsung. Selain itu, dalam budidaya jangkrik tempat yang tenang juga memengaruhi keberhasilan ternak jangkrik. Disarankan memilih ruangan yang gelap, jauh dari keramaian dan pergerakan manusia serta memiliki angin yang cukup.

2). Persiapan bibit yang berkualitas

Bibit yang berkualitas menentukan keberhasilan ternak jangkrik. Bibit bisa dibeli di toko pakan ternak hidup. Biasanya bibit jangkrik ternak dari jenis G. testaclus dan G. miratus. Namun, sebenarnya jenis spesies lainnya juga bisa diternakkan namun, beberapa spesies juga memiliki perkembangbiakan yang lambat.

Selain bisa dibeli di toko pakan ternak, indukan juga bisa ditangkap dari alam terlebih untuk jangkrik jantan. Jangkrik jantan yang diperoleh dari hasil tangkapan alam lebih agresif jika dibandingkan dengan yang dibeli dari toko pakan. Ciri – ciri indukan jangkrik yang baik antara lain :

  1. Antena jangkrik tidak putus atau masih panjang, anggota badannya masih lengkap dan badannya berwarna mengkilap.
  2. Hindari memilih indukan yang jika dipegang akan mengeluarkan cairan dari mulut atau duburnya.
  3. Indukan betina memiliki ovipositor di bagian ekor. Ovipositor sendiri bagian tengah dari ekor jangkrik. Bagian ovipositor ini sebagai penanda antara jangkrik jantan dan betina.
  4. Indukan jantan yang bagus memiliki derikan keras dengan permukaan sayap kasar dan bergelombang.
  5. Pemberian pakan bernutrisi

Pemberian makan pada jangkrik dilakukan mulai dari telur sudah menetas dan seterusnya. Cara pemberian makan pada anakan jangkrik berusia 1 – 10 hari, menggunakan pakan ayam atau voor yang terbuat dari beras merah, kedelai dan jagung kering yang telah dihaluskan.

Setelah lebih dari 10 hari, anakan jangkrik sudah bisa diberikan makan sayuran dan jagung muda. Setelah itu, secara bertahap bisa ditambahkan mentimun, ubi atau singkong dalam pakan.

4). Mengawinkan Jangkrik

Tempat mengawinkan jangkrik disarankan terpisah dengan tempat pembesaran. Untuk tempat mengawinkan sebaiknya kondisinya dibuat semirip mungkin dengan habitat jangkrik saat di alam.

Dinding kandang pengawinan dioles dengan semen putih, tanah liat dan diberikan dedaunan kering seperti daun pisang, serutan kayu atau daun jati.

Kedua jangkrik yang dikawinkan harus dari spesies yang sama. Hal ini untuk mewaspadai terjadinya kegagalan perkawinan jangkrik yang berbeda spesies. Anda bisa memasukkan indukan betina dan jantan dengan perbandingan 10 ekor betina dan 2 ekor pejantan.

Selama perkawinan sebaiknya juga disiapkan bak berisi tanah atau pasir untuk tempat jangkrik bertelur. Selama perkawinan, akan ditandai dengan suara jangkrik jantan yang berderik terus menerus.

Jika proses kawin telah berhasil dan betina akan bertelur. Jangkrik betina akan meletakkan telurnya dalam bak pasir yang telah disediakan.

Sediakan juga asupan pakan yang cukup selama proses perkawinan. Jangan lupa untuk membuang sisa pakan setiap hari agar tidak membusuk dalam kandang.

Trik yang biasa digunakan peternak agar telur jangkrik yang dihasilkan berkualitas adalah memberikan campuran tepung ikan, bekatul, kuning telur bebek yang direbus dan sudah dihaluskan, dan vitamin.

5). Penetasan telur

Saat betina bertelur, sebaiknya telur dipisahkan ke wadah penetasan. Ini untuk mencegah induk betina memakan telurnya sendiri.

Telur akan menetas setelah 7 – 10 hari dihitung mulai awal perkawinan. Pemisahan telur jangkrik maksimal 5 hari setelah induk betina bertelur.

Telur yang sudah dibuahi berwarna bening dan akan berubah menjadi keruh. Selama masa penetasan, peternak hendaknya terus menjaga kelembaban kandang penetasan dengan menyemprotkan air atau menutup bagian atas kandang dengan kain basah.

6). Pemanenan

Pemanenan dibagi menjadi dua yakni telur jangkrik dan jangkrik dewasa. Telur jangkrik harga jualnya lebih mahal jika dibandingkan jangkrik dewasa.

Telur – telur ini biasa dijual pada peternak jangkrik. Sementara pemanenan jangkrik dewasa bisa dipanen ketika usianya 30 hari setelah menetas.

Nah, ulasan di atas merupakan cara ternak jangkrik yang bisa Anda jadikan referensi. Inti dalam beternak jangkrik adalah telaten dan ulet. Selamat mencoba beternak jangkrik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *