7 Cara Pemijahan Ikan Lele

Posted on

Cara Pemijahan Ikan Lele – Siapa sih yang tidak kenal ikan yang berkumis ini? Lele atau ikan keli dari marga Clarias merupakan salah satu jenis ikan yang hidup di air tawar yang memiliki tubuh yang licin dan tidak bersisik, bentuknya agak pipih memanjang dan tentunya memiliki “kumis” panjang di bagian mulutnya.

7 Cara Pemijahan Ikan Lele
7 Cara Pemijahan Ikan Lele

Lele tentunya memiliki banyak spesies. Itu pula yang menyebabkan banyaknya sebutan untuk ikan satu ini.

Di Indonesia saja tiap daerah, lele memiliki nama yang berbeda-beda seperti ikan kalang (Sumatra Barat), ikan maut (Gayo), ikan seungko (Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan ‘keli’ untuk lele yang tidak berpatil sedangkan disebut ‘penang’ untuk yang memiliki patil (Kalimantan Timur).

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang dikonsumsi dan banyak disukai banyak orang. Rasa daging lele yang gurih serta tidak memiliki duri tajam membuat ikan ini menjadi primadona para ibu rumah tangga.

Harga dari ikan lele sendiri juga cukup terjangkau dan tidak menguras dompet. Pantas saja bukan jika jenis ikan ini selalu ada di setiap menu warung makan.

Karena banyaknya permintaan pasar, banyak juga para pebisnis membuka usaha baru yaitu pembudidayaan ikan lele.

Jangan anggap remeh keuntungan yang didapat dari budidaya ikan lele. Jika dilakukan dengan kerja keras dan telaten, ikan ini bisa menghasilkan panen yang maksimal.

Cara Pemijahan Ikan Lele

Dalam proses membudidayakan ikan lele, ada satu langkah yang dilakukan yaitu proses pemijahan. Di artikel ini, akan kita bahas mengenai cara-cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk pemijahan ikan lele. Simak Cara Pemijahan Ikan Lele berikut ini!

1. Siapkan Media Pemijahan

Langkah pertama adalah mempersiapkan media untuk pemijahan lele. Anda harus menyiapkan bak dengan ukuran 2 x 3m dan kedalamannya 1m.

Kemudian Anda cuci bak yang sudah disiapkan dengan menggunakan larutan permanganat dengan dosis 1 sdt yang sebelumnya telah dicampur dengan air kurang lebih sebanyak 3 liter.

Siapkan juga kakaban yang terbuat dari ijuk dan dibingkai dengan bambu. Setelah bak dicuci bersih isilah dengan air setinggi kurang lebih 40 cm.

2. Merawat Indukan

Perawatan pada indukan lele juga harus dilakukan dengan baik agar benih yang dihasilkan dari pemijahan lele nantinya mempunyai kualitas yang baik.

Berikanlah pakan pada indukan dengan menggunakan pakan seperti ikan rucah atau bekicot. Lakukan saat pagi dan sore hari dengan dosis 10% dari berat indukan lele.

Kemudian Anda letakkan bak penampung indukan di sebelah bak pemijahan agar nantinya Anda akan mudah melakukan proses pemijahan lele.

3. Pilih Indukan yang Berkualitas Baik

Untuk mendapatkan benih yang berkualitas tentu anda harus mempersiapkan indukan yang berkualitas pula. Berikut ini ciri-ciri indukan yang berkualitas baik yang siap dipijahkan:

  • Ciri pertama adalah pada bagian perut indukan terlihat besar dan lunak jika Anda raba.
  • Bagian anus atau dubur indukan akan memerah dan lubang untuk keluarnya telur terlihat lunak dan melebar.
  • Saat anda pegang kemudian urut dari perut ke belakang maka akan mengeluarkan cairan putih menyerupai sperma.
  • Terakhir, indukan yang siap dipijah biasanya akan bergerak dengan aktif.

4. Pemijahan

Untuk pemijahan, berikut langkah-langkah yang harus dilakukan setelah bak tempat pemijahan telah disiapkan:

  • Isi bak yang akan digunakan dengan air kurang lebih 40 cm
  • Setelah diisi, pasang kakaban hingga permukaan air tertutup kira-kira 80%. Lalu lepas indukan lele yang telah dipilih ke dalam bak dengan perbandingan 1 indukan betina dan 2 indukan jantan.
  • Jika indukan lele telah dilepaskan, yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah menunggu. Pemijahan akan terjadi pada malam hari yang ditandai dengan saling kerjar antara indukan betinda dengan indukan jantan.
  • Pada pagi harinya, Anda akan melihat telur-telur hasil pemijahan menempel pada permukaan kakaban maka proses pemijahan ikan lele telah berhasil.

5. Penetasan Telur

Setelah proses pemijahan berhasil, maka step selanjutnya adalah proses penetasan, jangan sampai telur-telur yang sudah menempel di kakaban anda biarkan saja, anda harus siapkan bak khusus.

Pertama, Anda siapkan bak penampungan untuk telur lalu bersihkan, dan isi air kira-kira 40 cm kemudian pindahkan kakaban ke dalam bak penetasan.

Telur akan menetas minimal 24 jam kemudian atau paling lamanya 35 jam. Jika telur berwarna kuning susu tidak akan menetas karena tidak terbuahi, sedangkan untuk telur yang terlihat kuning transparan masih mempunyai peluang untuk menetas kira-kira 34 – 48 jam.

6. Merawat Larva

Untuk langkah yang keenam adalah proses perawatan larva lele. Meski larva lele yang baru saja menetas masih sangat lemah, larva lele ini tidak usah anda beri makan selama 7 hari pertama, karena masih mendaptkan asupan makan dari kuning telur yang ada disekitarnya. Kuning telur tersebut akan habis kurang lebih selama 7 harian.

Nah, setelah 7 hari, barulah larva-larva ini harus diberi makan, anda bisa memberi makan berupa kuning telur yang telah diblender.

Berikan pakan tambahan tersebut di waktu pagi dan sore hari dengan takaran 1 kuning telur untuk tiap 5000 ekor benih lele. Lebih baik lagi sebenarnya jika anda bias memberikan pakan berupa cacing sutera.

7. Panen

Lele akan mempunyai panjang sekitar 2.5 cm setelah umur benih ikan lele telah mencapai 17 – 21 hari.

Pada saat itu anakan sudah siap Anda pindahkan pada bak pembesaran selanjutnya. Untuk memanen benih ikan lele Anda bisa menggunakan alat berupa seser, waring, ember, kantong plastik, mangkok kecil dan karet gelang.

Untuk memisahkan benih sesuai ukurannya, Anda bisa menggunakan ember plastik yang telah diberi lubang.

Baca Juga : Cara Ternak Ikan Lele Bioflok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *