13 Cara Menetaskan Telur Puyuh Sendiri

Posted on

Cara Menetaskan Telur Puyuh – Meski sama-sama telur, tapi cara menetaskan telur puyuh sangat berbeda dengan telur ayam atau bebek. Perbedaannya, penetasan telur puyuh ternyata lebih mudah dibanding keduanya. Hanya perlu satu kali peneropongan dan pengecekan kualitas embrio.

13 Cara Menetaskan Telur Puyuh Sendiri
13 Cara Menetaskan Telur Puyuh Sendiri

Telur puyuh juga lebih cepat ditetaskan karena hanya butuh waktu 15-18 saja, berbanding telur ayam 21 hari dan telur bebek 25 hari.

Bisa dikatakan peluang budidaya puyuh masih terbuka lebar. Tak hanya karena telurnya banyak diminati, tapi juga daging puyuh kian populer saat ini.

Dengan alasan tersebut, budidaya puyuh mulai bermunculan lagi, baik untuk keperluan daging atau telurnya.

Modalnya bisa dibilang cukup hemat karena peternak bisa memulai proses pembibitan sendiri dengan menetaskan telur puyuh bahkan dari alat sederhana seperti kardus.

Cara Menetaskan Telur Puyuh

Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan saat ingin menetaskan telur puyuh sendiri. Berikut gambaran langkah yang harus dilalui sampai telur puyuh menetas.

1. Penetasan telur puyuh hari ke-1

Layaknya penetasan telur lain, sejumlah persiapan harus dilakukan untuk pertama kali.

Di hari pertama, peternak haru mempersiapkan alat penetasan yang nantinya dipakai, lalu memasukkan telur yang akan ditetaskan. Tapi sebelumnya mesin penetasan telur harus dipanakan lebih dulu.

2. Penetasan telur puyuh hari ke-2

Suhu alat penetas diatur hingga kisaran 38-38 C dan pastikan semua ventilasi sudah tertutup rapat. Selain suhu harus stabil, kondisi kelembaban juga harus dikontrol.

Itu sebabnya, baiknya gunakan termometer. Di hari ke dua, biarkan telur tetap pada posisi semula dan tak perlu dibalik.

3. Penetasan telur puyuh hari ke-3

Masuk hari ke tiga, telur puyuh harus dibalikkan posisinya, dari yang semula ada di bawah lalu ditaruh menghadap ke atas.

Jangan membalikkan telur puyuh terus menerus karena bisa memicu telur retak. Selanjutnya, proses membalikkan telur bisa dilakukan tiap tiga hari sekali.

4. Penetasan telur puyuh hari ke-4

Tak banyak yang harus dilakukan di hari ke empat, hanya perlu monitor sesekali. Di hari ini, ventilasi hanya dibuka sedikit, sekitar ¼ bagian.

Gunanya untuk memperbarui kualitas udara yang sudah mengendap selama beberapa hari belakangan.

5. Penetasan telur puyuh hari ke-5

Untuk hari ke lima, pembukaan ventilasi bisa diperlebar hingga ¾ bagian. Fungsinya sama, yaitu mengganti udara sekaligus memberi kesempatan telur untuk adaptasi pada suhu ruangan.

Selain itu, tak ada yang perlu dilakukan lagi selain memonitor kondisi telur.

6. Penetasan telur puyuh hari ke-6

Menginjak hari ke enam, ventilasi mesin penetas bisa dibuka seluruhnya, dan ini perlu dilakukan. Perhatikan kelembaban mesin penetas.

Di hari ini, telur bisa dibalik lagi ke sisi yang lain. Cara membalik telur sangat sederhana, cukup gelindingkan ke sisi lain dengan tangan.

7. Penetasan telur puyuh hari ke-7

Pada hari ini, telur sudah bisa diambil untuk digunakan sebagai sampel. Dari sini akan diketahui apakah proses penetasan berjalan baik atau masih ada yang salah.

Gunakan teropong dengan bagian ujung diberi lampu untuk menyorot bagian dalam telur.

8. Penetasan telur puyuh hari ke-8

Memasuki hari ke delapan, suhu mesin penetas baiknya ditambah. Tapi jika memakai mesin penetas otomatis, tinggal atur suhunya.

Selain itu, telur bahkan tak perlu dibolak-balik jika memakai mesin otomatis. Tapi jauh lebih baik kalau telur tetap dibalik agar embrio tak menempel di cangkang.

9. Penetasan telur puyuh hari ke-9

Mulai hari ke sembilan, telur harus dibalik dengan frekuensi lebih sering, paling tidak dua kali dalam satu hari.

Karena jika sampai embrio menempel pada cangkang, telur puyuh tak akan menetas. Sangat dianjurkan mulai rajin memonitor telur dengan memakai teropong.

10. Penetasan telur puyuh hari ke-10

Suhu mesin harus dijaga dalam keadaan stabil, dan distribusi panas di tiap bagian harus merata.

Biarkan ventilasi mesin terus terbuka dan jangan lupa membalikkan telur. Untuk menghasilkan kualitas anakan yang baik, selalu lakukan hal tersebut.

11. Penetasan telur puyuh hari ke-11 sampai hari ke-13

Mendekati waktu penetasan, ventilasi mesin penetas telur puyuh sebaiknya dibuka selebar mungkin.

Selain memberi kesempatan telur adaptasi dengan suhu luar, ini juga dimaksudkan agar anak puyuh nantinya tak kepanasan saat mulai keluar.

12. Penetasan telur puyuh hari ke-14

Di hari ini, telur puyuh dibalik untuk terakhir kali. Dan karena makin dekat waktu penetasan, kelembaban ruangan baiknya ditingkatkan.

Perlakuan ini diperlukan guna mempermudah telur saat akan menetas sehingga anakan lebih cepat keluar dari cangkang.

13. Penetasan telur puyuh hari ke-15 sampai hari ke-18

Mulai hari ini telur sudah tak perlu dibalik lagi karena anakan sudah siap keluar dari cangkang. Yang harus diperhatikan, waktu penetasan bisa bervariasi antara 15-18 hari.

Itupun dengan catatan tak ada kendala seperti mati lampu saat proses penetasan berlangsung.

Di kisaran hari ini, proses penetasan sudah berakhir, tinggal tunggu waktu sampai telur menetas semua.

Setelah anakan puyuh sudah keluar semua dari cangkangnya, tunggu hingga bulunya mengering baru kemudian pindahkan ke kotak lain lalu siap dijual.

Baca Juga : Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Burung Puyuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *