7 Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada Hewan Sapi

Posted on

Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada SapiDosenternak.com – Inseminasi buatan merupakan teknik di mana sperma sapi penjantan diambil lalu dimasukkan ke alat reproduksi sapi betina di waktu yang tepat dengan bantuan beberapa instrumen. Pada prosesnya, sperma ditempatkan di serviks atau uterus dengan kondisi higenis tingkat tinggi.

7 Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada Hewan Sapi
7 Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada Hewan Sapi

Inseminasi buatan sebenarnya bukan satu-satunya metode untuk membuat sapi betina hamil, tapi teknik ini dianggap sebagai teknik terbaik untuk regenerasi sapi.

Dengan mengadopsi inseminasi buatan, penyakit gen di peternakan sapi bisa direduksi karena kualitas sperma dapat dipilih.

Tipe Inseminasi Buatan

Teknik inseminasi buatan semakin berkembang dari waktu ke waktu. Metode yang dulunya dianggap tak memberi hasil maksimal diganti dengan metode modern.

Setidaknya ada dua tipe inseminasi buatan yang populer dipakai karena hasilnya lebih maksimal, yaitu:

1. Recto Vaginal Method

Dianggap sebagai metode inseminasi buatan terbaik. Pada prosesnya, sapi yang sedang dalam masa subur akan diberi sperma dengan menggunakan sedotan yang sangat steril.

Sperma lalu ditempatkan di serviks untuk memicu kehamilan. Petugas akan memasukkan sedotan setelah saluran vagina lebih dulu diberi pelumas.

2. Spectrum Method

Dengan metode ini, spectrum akan ditempatkan di dalam vagina sapi guna memberi jalan (saluran) di luar area inseminasi. Lubang inseminasi kemudian diteruskan hingga ke bagian speculum dan sperma lalu di tempatkan di area serviks.

Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada Sapi

Pada dasarnya, teknik inseminasi buatan tak beda jauh satu sama lain. Tujuannya yaitu menempatkan sperma sapi jantan ke rahim sapi betina.

Perbedaannya hanya ada pada prosesnya, di mana recto vaginal method lebih langsung, sedang spectrum method tidak.

Dengan teknik yang berbeda, tentu hasil yang didapat kemungkinan besar berbeda. Meski demikian, langkah inseminasi buatan tak jauh beda antara satu teknik dengan teknik lain.

Secara umum, langkah di bawah merupakan cara paling umum yang digunakan peternak sapi saat melakukan inseminasi buatan.

1. Posisikan Sapi

Tingkat keberhasilan inseminasi buatan sapi akan naik drastis jika sapi dalam keadaan rileks. Sapi harus dalam keadaan berdiri dalam permukaan datar sehingga mampu memijak dengan kokoh, selain juga harus diikat dalam kondisi yang pas, tak terlalu kencang juga tak terlalu kendur.

Sebaiknya gunakan area di mana sapi sudah terbiasa di situ, dan siapkan air dan makanan juga. Jangan merubah rutinitas sapi bagaimanapun bentuknya, juga jangan pisahkan sapi yang sudah diinseminasi dari kelompoknya. Tetap satukan dalam kelompok sampai ke kandangnya lagi.

2. Dinginkan Sedotan

Sedotan yang berisi sperma sapi jantan biasanya tersedia dalam kondisi beku. Sebelum mendinginkan sedotan, periksa dulu temperatur air. Normalnya harus ada di angka 35 derajat, atau bervariasi sesuai petunjuk perusahaan penyedia sperma.

Perhatian lebih harus diberikan pada sperma yang sudah diketahui jenis kelaminnya. Beberapa jenis sperma kadang butuh waktu lebih lama dan temperatur air lebih hangat agar mencapai kondisi paling optimal. Sedotan ini yang nantinya akan dimasukkan ke saluran vagina sapi perempuan.

3. Persiapkan Sapi

Bersihkan saluran vulva dengan kain bersih lalu petugas harus memakai sarung lengan yang sudah dilengkapi pelumas. Masukkan tangan ke dalam lubang dengan bentuk jari mengerucut sementara tangan satunya memegang ekor supaya tak bergerak liar.

Perlahan masukkan tangan lebih dalam hingga mencapai bagian ujung, dan jika ternyata kandung kemih masih penuh, tunggu hingga sapi kencing.

Pada kondisi ini, sapi harus rileks guna menghindari kemungkinan cedera karena dinding rectum mempunyai struktur yang sangat rentan.

4. Mencari Area Serviks

Lokasi serviks harus ditemukan lebih dulu sebelum berencana memasukkan sedotan. Serviks biasanya ditemukan di bagian pelvis, tapi untuk sapi dewasa serviks tempatnya sering bergeser sedikit.

Tapi jika kondisi serviks agak jauh melenceng, bisa jadi sapi menderita infeksi saluran kencing.

5. Memasukkan Sedotan (Gun)

Setelah menemukan lokasi serviks, gunakan siku untuk memperlebar saluran vagina. Bagian bibir vulva mungkin akan sobek, itu sebabnya di awal harus disterilkan lebih dulu. Untuk mencegah robeknya dinding urin, masukkan perlahan secara vertikal dan menyentuh ujung saluran.

6. Saat Mencapai Serviks

Saat sedotan sudah mencapai serviks, segera keluarkan cairan. Sperma akan berada di ruangan kecil di tanduk uterus, yang sebenarnya tepat berada di samping serviks. Saat berada di ujung area serviks, gerakkan jari telunjuk, dan di sinilah sperma harus diletakkan.

Inilah ujung dari area serviks dan permulaan bagian uterus. Kehati-hatian sangat diutamakan untuk menghindari salah penempatan sperma. Ditambah, dinding uterus sangat rentan dan mudah rusak. Keluarkan cairan perlahan dengan hitungan 1-5.

7. Menjaga Peralatan

Sebaiknya jangan gunakan sarung lengan yang sudah dipakai karena bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit dan menurunkan rasio kesuksesan kehamilan. Untuk sedotan inseminasi masih bisa dipakai asalkan langsung dibersihkan setelah digunakan.

Untuk menjaga kondisinya, sedotan juga harus dicuci dengan air panas tiap minggu. Jangan memakai disinfektan karena bisa merusak kualitas sperma. Gunakan sarung tangan sekali pakai saat membersihkan sedotan supaya tetap steril.

Baca Juga : Cara Ternak Sapi Potong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *