12 Cara Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal

Posted on

Cara Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal – Budidaya udang vaname merupakan kegiatan yang sangat menjanjikan mengingat tingginya permintaan dari industri yang membutuhkan udang vaname sebagai bahan baku utama.

12 Cara Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal
12 Cara Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal

Salah satu industri yang membutuhkan bahan baku udang vaname adalah industri kerupuk udang. Selain menjanjikan secara bisnis, budidaya udang vaname juga dapat dilakukan oleh siapa saja selama tersedia lahan yang cukup untuk dilakukan budidaya.

Udang vaname sendiri adalah jenis udang yang memiliki tingkat ketahanan tinggi terhadap serangan hama, penyakit, perubahan suhu dan cuaca.

Pembudidayaan udang vaname ini dapat dilakukan di air tawar maupun air payau. Media yang digunakan sebagai tempat budidaya pun beragam, salah satu media yang biasa digunakan adalah kolam terpal.

Baca Juga : Cara Budidaya Udang dalam Drum

Cara Budidaya Udang Vaname di Kolam Terpal

Dalam budidaya udang vaname di kolam terpal, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan agar hasil yang didapatkan maksimal.

Pada umumnya, langkah-langkah tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yakni bagian persiapan media budidaya dan bagian pemeliharaan. Berikut pembahasan lebih rinci perihal cara budidaya udang vaname di kolam terpal.

1. Persiapan Lokasi

Lahan yang dibutuhkan untuk budidaya udang vaname di kolam terpal dapat dikatakan cukup fleksible. Meskipun lahan yang dimiliki tidak terlalu luas, budidaya tetap dapat dilakukan.

Pilihlah lokasi yang terbaik untuk budidaya udang vaname, seperti di belakang rumah, samping rumah, depan rumah atau tanah kosong yang dimiliki.

Jangan pernah mencari lokasi yang gampang tergenang air karena itu sangat berbahaya bagi udang yang dibudidayakan.

Apabila sudah mendapatkan lokasi yang tepat, langkah selanjutnya adalah membuat kolam tempat budidaya udang vaname.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, kolam yang digunakan untuk budidaya adalah kolam terpal. Ukuran kolam dapat disesuaikan dengan jumlah udang yang dibudidaya.

Disarankan agar membuat kolam lebih dari dua atau tiga karena apabila udang telah sudah berkembangbiak, tidak perlu lagi membuat kolam sehingga tidak terlalu merepotkan.

3. Pemberantasan Hama

Kapan saja hama dapat menyerang dan memangsa udang vaname. Oleh sebab itu, hama-hama yang berupa hewan harus diwaspadai dan udang vaname yang dibudidaya harus benar-benar tidak dipantau.

Apabila tidak, maka akan terjadi kegagalan panen udang vaname dan tentu saja itu merugikan sekali. Berantaslah hama-hama yang dapat memangsa udang vaname secara rutin.

4. Pengisian Air Di Kolam

Setelah kolam sudah selesai dibuat, kemudian isi kolam tersebut dengan air. Air tersebut dapat didiamkan selama 1-2 minggu agar bau karet dari terpal hilang. Apabila bau karet telah hilang, air dapat diganti dengan yang baru.

Jangan pernah mengisi kolam dengan air kotor atau yang sudah tercemar karena hal tersebut sangat membahayakan bibit udang yang akan dibudidayakan.

Jika lokasi tempat budidaya udang vaname tidak berdekatan dengan limbah, maka dapat dipertimbangkan membuat sumur sebagai sumber mata air.

4. Fermentasi Kolam Udang Vaname

Jika kolam telah terisi dengan air, maka langkah selanjutnya adalah kolam harus difermentasikan terlebih dahulu dengan probiotik dan ditambahkan garam sebelum diberi bibit udang. Tujuannya adalah agar air menjadi payau.

Setelah itu air dapat dibiarkan mengendap selama satu malam.

5. Pemilihan Bibit Unggul

Dalam membudidayakan udang vaname, sebisa mungkin pilih bibit udang yang memiliki kualitas baik dan unggulan. Bibit udang vaname yang unggul biasanya dapat dilihat dari ukurannya yang seragam.

Pembibitan udang dapat dilakukan dengan cara membiarkan bibit berenang melawan arus sehingga nantinya tidak ada cacat atau luka di bagian fisiknya.

6. Penebaran Benur

Benur adalah bibit anak udang vaname yang dapat disebar kapan saja. Sebelum benur disebarkan, hal yang harus diperhatikan adalah aklimitasi suhu air di dalam kolam.

Cara untuk mengetahui aklimitasi suhu air dalam kolam adalah dengan mengapungkan kantong yang berisi benur di permukaan air kolam tersebut.

Setelah mengetahui aklimitasi suhu air dalam kolam, hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah waktu dilakukannya penebaran benur.

Sebaiknya penebaran benur udang vaname tidak dilakukan di siang hari melainkan di saat sore hari ketika sinar matahari tidak terlalu terasa menyengat kulit.

9. Proses Pemeliharaan Udang

Dalam proses pemeliharaan udang vaname dalam kolam terpal, suhu dan pH air dalam kolam terpal harus sering dipantau dan dijaga agar tetap stabil.

Tidak seimbangnya pH dan suhu air yang tidak sesuai sangat berbahaya karena dapat menyebabkan udang vaname yang dipelihara menjadi mati.

10. Waktu Pemberian Pakan Udang Vaname

Ketika udang vaname telah berusia 7 hari, protein sebanyak 30% dari pakan harus diberikan kepada udang vaname. Pemberian pakan kepada udang vaname dapat dilakukan sebanyak 3-4 kali dalam sehari.

Jenis pakan yang diberikan dapat berupa pelet yang disesuaikan dengan ukurang udang yang dibudidaya.

Pemberian makan kepada udang vaname dapat dilakukan sedikit demi sedikit agar pakan tidak terbuang dengan sia-sia.

Apabila ketika pakan tersebut diberikan, udang-udang di dalam kolam saling berebutan, maka pakan dapat diberikan kembali.

Akan tetapi, jika udang-udang tersebut lagi saling berebutan, tandanya mereka sudah merasa kenyang dan pakan tidak perlu diberikan.

Berilah pakan seperlunya saja karena kolam akan menjadi cepat kotor jika ada pakan yang tersisa dan tidak dimakan oleh udang.

11. Pengurasan Air Kolam

Agar menghasilkan udang yang berkualitas baik dan tidak terserang penyakit, air kolam di terpal harus diganti secara berkali.

Sebaiknya pengurasan air kolam dilakukan setelah udang telah berusia 60 hari. Isi air di kolam terpal sebanyak 10% saja. Kemudian volume air dapat ditingkatkan menjadi 15-20%.

12. Proses Panen

Udang vaname biasanya sudah dapat dipanen setelah memasuki usia 4-5 bulan. Cara panen udang vaname dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah dengan cara menguras air kolam atau menggunakan jaring.

Pilihan cara panen sangatlah fleksibel dan dapat disesuaikan, tergantung yang mana lebih nyaman dan mudah bagi para peternak untuk dilakukan.

Saat memanen udang vaname, permintaan konsumen atau pasar harus selalu diperhatikan karena tiap ukuran memiliki harga yang berbeda walaupun udang dijual per kilo.

Setelah sudah dipanen, maka udang vaname dapat segera diantarkan kepada konsumen yang sudah memesan udang.

Demikian uraian singkat mengenai cara membudidayakan udang vename di kolam terpal. Semoga informasi di atas membantu bagi mereka yang memiliki rencana membudidayakan ikan vename dan dapat mendatangkan keuntungan yang maksimal saat diterapkan.

Baca Juga : Cara Budidaya Udang Untuk Pakan Ikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *