4 Cara Budidaya Teripang Terbukti Berhasil

Posted on

Cara Budidaya Teripang – Anda mungkin pernah mendengar hewan timun laut bukan? Hewan yang dijuluki dengan nama timun laut memiliki nama asli teripang dengan nama latinnya Holothuroidea memiliki bentuk tubuh seperti cacing atau ulat yang cukup besar dan juga lunak.

4 Cara Budidaya Teripang Terbukti Berhasil
4 Cara Budidaya Teripang Terbukti Berhasil

Teripang tersebar luas di laut terutama di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik Barat juga termasuk di Indonesia.

Di China, teripang biasanya dijadikan obat untuk berbagai macam penyakit. Hewan invertebrata yang tinggal di laut ini dapat dimakan loh dengan cara dikeringkan, digoreng, diasamkan, atau bahkan dimakan secara mentah.

Teripang juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Manfaat dari teripang antara lain:

  • Mampu melawan kanker karena mengandung zat sitotoksin
  • Membantu mengatasi masalah gusi
  • Mengandung protein tinggi
  • Menjaga kesehatan jantung dan hati
  • Mengandung zat antibakteri
  • Mencegah keriput pada kulit

Saat ini teripang sudah menjadi salah satu primadona andalan manikultur yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Semakin banyak permintaan pasar akan hewan laut satu ini membuat budidaya teripang menjadi pilihan alternatif bisnis yang bisa Anda lakukan.

Teripang sendiri memiliki nilai harga jual yang fantastis, yaitu mencapai 1-3 juta per 1 kilogram teripang kering.

Wah sangat menjanjikan bukan?

Selain menguntungkan, budidaya ikan ini juga bisa mengurangi penangkapan di alam dan populasi teripang di laut juga bisa bertambah karena sekarang ini penangkapan teripang secara liar di laut menyebabkan populasi hewan ini semakin menurun.

Baca Juga : Cara Memelihara Ikan Arwana

4 Cara Budidaya Teripang Terbukti Berhasil

Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai langkah-langkah budidaya teripang yang bisa Anda lakukan sendiri. Simak berikut ini!

1). Pemilihan Lokasi

Persyaratan lokasi budidaya yang harus terpenuhi, yaitu tersedia air yang berlimpah, bersih dan bebas dari polutan.

Hindari lokasi budidaya berdekatan dengan sungai karena mudah membuat air menjadi keruh.

Perlengkapan lainnya untuk teknis budidaya yang harus disediakan, antara lain; bak fiber, aerator, pompa air, baskom dan stok pakan alami.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam budi daya teripang adalah:

  • Dasar perairan terdiri dari pasir, pasir berlumpur, berkarang, dan ditumbuhi tanaman lamun (rumput lindung)
  • Terlindung dari angin kencang dan arus/gelombang yang kuat
  • Tidak tercemar dan bukan daerah konflik serta mudah dijangkau
  • Kedalaman perairan lokasi antara 50-150 cm pada saat surut terendah dan sirkulasi air terjadi secara sempurna
  • Untuk kualitas air memiliki salinitas 24-33 ppt, kecerahan 50-150 cm, suhu 25-30°C

Kemudian untuk area konstruksi yang akan digunakan untuk budidaya ikan ini harus memiliki bentuk seperti kurungan agar teripang tidak bisa keluar dan meloloskan diri.

Pagar yang dibuat harus memiliki ukuran yang lebih tinggi dari permukaan air laut saat pasang tertinggi. Bahan-bahan yang harus disiapkan untuk konstruksinya adalah

  • Balok berukuran 5 x 7 x 200 cm;
  • Waring nilon ukuran mata 0,2 cm;
  • Tali ris dali nilon;
  • Tali pengikat atau paku anti karat;
  • Dan papan yang tahan air.

Cara pemasangannya diantara lain:

  • Tiang dipancang pada dasar perairan sedalam 0,5 m
  • Bagian tiang yang berada di atas permukaan sebagai tempat melekatkan waring
  • Sambung dengan papan pada waring yang telah dilengkapi dengan tali ris
  • Kemudian balut waring lalu ditanam ke dalam lumpur (30 cm) setelah papan disambung
  • Bagian ujung waring ditanam ke dalam lumpur sedalam 30 cm jika tidak terdapat papan kemudian bagian ujungnya dibelokkan ke dalam sepanjang 15 cm
  • Ukuran kurung tancap disesuaikan dengan kebutuhan

2). Pemilihan Benih

Pilih benih yang seragam baik jenis maupun ukuran. Benih yang baik adalah tubuhnya padat berisi dan tidak cacat.

Hindari benih yang diangkut dalam waktu lama (lebih 1 jam) dan dalam keadaan bertumpuk (padat). Hindari benih yang telah mengeluarkan cairan berwarna kuning.

Pengangkutan benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau malam hari atau pada saat suhu tidak panas dan menggunakan wadah yang berisi substrat pasir khususnya pada sistem pengangutan terbuka.

3). Pembesaran dan Pemeliharaan

Proses penebaran benih teripang harus disesuaikan kepadatannya dengan kondisi perairannya. Padat tebar benih teripang adalah 15-15 ekor per meter persegi pada perairan yang memiliki kondisi yang subur untuk ukuran benih 30-40 gram per ekor.

Jika benih berukuran 40-50 g/ekor, sebaiknya padat tebar benih adalah sekitar 10-15 ekor per meter persegi.  Saat pagi atau sore hari ketika suhu sedang tidak tinggi, lakukanlah penebaran benih teripang.

Pakan alami teripang yang dibudidayakan di habitat aslinya adalah berupa plankton dan detritus yang sudah tersedia di perairan.

Selama pemeliharaan teripang, berikan kotoran ayam yang dicampur dengan dengan dedak halus dan air sebanyak 0,1 kg per meter persegi untuk menyuburkan plankton.

4). Panen

Setelah  dipelihara selama 40-5 bulan, teripang telah mencapai ukuran konsumsi  (300-500 g), teripang siap dipanen.

Panen dilakukan pada ssat air surut  terendah, dan dilakukan beberapa kali karena banyak yang membenamkan  diri dalam pasir atau lumpur.

Untuk mengetahui apakah teripang sudah  terpanen semuanya, dilakukan pengecekan pada air pasang, karena teripang  senang keluar dari persembunyiannya setelah air pasang.

Baca Juga : Cara Mencegah Kematian pada Pembibitan Ikan Lele

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *