6 Cara Budidaya Ikan Kerapu Terbukti Berhasil

Posted on

Cara Budidaya Ikan Kerapu – Apakah Anda sudah mengenal ikan kerapu? Bagi penyuka ikan tentunya ikan ini sudah tidak asing lagi terdengar di telinga.

6 Cara Budidaya Ikan Kerapu Terbukti Berhasil
6 Cara Budidaya Ikan Kerapu Terbukti Berhasil

Ikan kerapu memiliki nama latin Epinephelus merupakan  salah satu jenis ikan laut yang dalam alam bebas hidup di karang karang yang memiliki bentuk tubuh yang pipih dan mulut lebar.

Ikan kerapu ternyata banyak digemari oleh masyarakat Indonesia karena memiliki tekstur daging yang empuk dan rasanya gurik saat disantap juga mempunyai kandungan gizi yang tinggi sehingga harganya lumayan cukup mahal di pasaran.

Menurut data FAO, produksi ikan kerapu sebenarnya naik sejak tahun 2009 menuju tahun 2013 dan sampai saat ini, dari awalnya sekedar 8.791 ton, menjadi 18.864 ton.

Dengan alasan itulah, budidaya ikan kerapu menjadi peluang bisnis yang cukup potensial dikembangkan di negara Indonesia, terlebih balai-balai perikanan sudah berhasil menghasilkan benih-benih ikan kerapu sehingga peluang untuk membudidayakan ikan ini pun semakin tinggi.

Provinsi yang menjadi produsen kerapu terbesar di Indonesia ialah Sumatra dengan produksi sekitar 7 juta ekor per tahun. Sementara itu, di pulau Jawa, provinsi Jawa Timur menjadi provinsi yang menorehkan produksi ikan kerapu terbesar yang mencapai 1 juta ekor lebih.

Ikan  kerapu  mulai banyak dibudidayakan secara komersil karena permintaan pasar yang semakin tinggi. Budidaya ikan kerapu ini berpotensi menguntungkan sekali dengan kondisi pasar yang belum banyak membudidayakan ikan karena pertumbuhannya cepat dan dapat di produksi massal untuk melayani permintaan pasar ikan kerapu dalam keadaan hidup, karena lebih menjanjikan penjualan ikan segar.

Cara Budidaya Ikan Kerapu

Pada artikel ini, penulis akan membahas mengenai cara-cara untuk budidaya ikan kerapu dengan menggunakan metode manipulasi lingkungan, simak langkah-langkah berikut ini!

1. Pemilihan Induk

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menyeleksi calon indukan. Dimana induk ikan kerapu yang akan dipijah harus dipelihara di laut dengan kurungan apung dengan padat penebaran induk sekitar 7,5 – 10 kg/m 3.

Berikan pakan Induk seperti ikan rucah segar yang memiliki kadar lemak rendah. Saat sedang tidak dalam masa pemijahan, indukan ini diberikan pakan sebanyak 3-5% dari total berat badan ikan per hari, sedangkan ketika musim pemijahan tiba, diturunkan menjadi 1%. Selain itu, Anda juga bisa berikan vitamin E dengan dosis 10-15 mg per ekor dalam seminggu.

2. Pemijahan

Untuk bisa memijah ikan kerapu ini, Anda harus mengikuti stAndar yang ada agar hasil yang diinginkan bisa tercapai. Berikut ini langkah-langkah untuk memijah ikan kerapu yang mesti Anda lakukan:

  • Pertama, Anda harus memindahkan induk kerapu ke bak pemijahan yang sebelumnya telah diisi air laut bersih dengan tinggi air kurang lebih 1,5 meter dengan salinitas + 32%.
  • Menaikkan dan menurunkan permukaan atau tinggi air setiap hari dari dimulai kurang lebih jam 09.00 sampai jam 14.00 permukaan air diturunkan sampai kedalaman 40 cm dari dasar bak.
  • Setelah melewati jam dua siang, permukaan air dikembalikan ke posisi semula yaitu satu setengah meter.
  • Lakukan langkah-langkah tadi sampai induk memijah secara alami.
  • Setelah pemijahan selesai, pindahkan telur pada bak khusus pemijahan ikan kerapu.

3. Penetasan Telur

Proses yang ketiga adalah proses perawatan dan penetasan ikan kerapu dari telur setelah proses pemijahan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan dalam proses ini, antara lain adalah sebagai berikut:

  • Siapkan bak penetasan telur yang juga sekaligus menjadi bak pemeliharaan larva dengan menggunakan bahan beton berukuran 4 x 1 x 1 meter.
  • Sebelum bak digunakan, tiga hari sebelumnya dilakukan sterilisasi, yaitu pembersihan dan pencucian dari hama dengan memakai larutan klorindengan kadar 50-100 ppm.
  • Setelah diberi korin, bak dinetralkan dengan larutan natrium thiosulfat sampai bau klorin hilang.
  • Satu hari sebelum telur dimasukkan ke dalam bak, kadar garam air laut 32% dimasukkan dalam bak untuk menstabilkan suhu bak antara 27 – 28 celsius.
  • Telur hasil pemijahan yang sudah dibuahi (mengapung di permukaan air dan berwarna jernih) dikumpulkan dengan sistem air mengalir.
  • Sebelum telur ditetaskan perlu direndam dalam larutan 1 – 5 ppm acriflavin untuk mencegah serangan bakteri.

4. Pemeliharaan dan Perkembangan Larva

Proses penting yang keempat ialah proses pemeliharaan dan perkembangan larva ikan kerapu. Berikut ini langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

  • Hari pertama dan kedua telur menetas Anda tidak perlu memberikan makan apa-apa.
  • Hari ketiga barulah larva diberi makanan. Berikan makanan berupa rotifera brachionus plicatilis dengan kepadatan 1 – 3 ekor per mililiter dan juga Phytoplankton chlorella sp dengan kepadatan antara 5.10 – 10 sel per mililiter hingga umur 16 hari dengan lakukan penambahan secara bertahap dengan kepadatan 5-10 ekor/ml.
  • Berikan makanan tambahan berupa Naupli artemia begitu larva memasuki usia sembilan bulan, dengan kepadatan sekitar 0,25 – 0,75 ekor per mililiter media hingga larva berumur 25 hari dengan lalukan peningkatan kepadatan mencapai 2-5 ekor/ml per media.
  • Pada hari ke-17, larva juga bisa diberi pakan Artemia yang telah berumur 1 hari, lalu secara bertahap ubah menjadi Artemia setengah dewasa dan akhirnya dewasa hingga larva berumur 50 hari.
  • Terakhir, begitu Anda melihat larva sudah mulai beralih bentuk menjadi benih ikan kerapu, maka pemberian pakan dapat berganti menjadi cincangan daging ikan yang lebih kecil.

5. Proses Pembesaran

Proses pembesaran ikan bergantung pada kecukupan pakan dan kesehatan lingkungan, berikan pakan sesering mungkin hingga ikan kerapu kenyang, minimal ialah 3 kali dalam sehari sebab pakan berfungsi untuk proses pencernaan, metabolisme, dan energinya. Berikan pakan dengan cara dicacah dan disesuaikan dengan besar ikan.

6. Panen

Proses panen ikan kerapu dimulai saat ukuran atau beratnya telah mencapai ukuran permintaan pasar. Lakukan menggunakan jaring dengan hati hati agar tidak merusak kulitnya.

Proses panen dapat dilakukan pada pagi hari setelah pemberian pakan agar ikan memiliki tubuh yang segar dan menghindari kematian selama pengangkutan.

Baca Juga : Cara Mengobati dan Mengatasi Ikan Louhan yang Kembung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *