6 Cara Budidaya Belut Sawah Untuk Pemula

Posted on

Cara Budidaya Belut Sawah Dosenternak.com – Siapa sih yang tidak kenal dengan makhluk seperti ular dan licin? Benar, itu adalah belut. Belut sawah atau dengan nama latin Monopterus albus merupakan salah satu jenis ikan air tawar dari anggota suku Synbrachidae atau belut dan ordo Synbranchiiformes.

6 Cara Budidaya Belut Sawah Untuk Pemula
6 Cara Budidaya Belut Sawah Untuk Pemula

Belut memiliki kelebihan dibandingkan dengan ikan jenis lainnya, dia dapat hidup walaupun dengan sedikit air, atau di dalam lumpur. Hewan licin ini memiliki dua sistem pernapasan yang akan membuatnya dapat bertahan dalam kondisi sedikit air.

Belut diyakini berasal dari Benua Asia, khususnya ASEAN. Bahkan sekarang belut dilaporkan sudah sampai di rawa-rawa di sebagian negara bagian Amerika Serikat seperti Florida, Hawaii, dan Georgia serta dianggap sebagai binatang yang aktif dimalam hari.

Ukuran belut bisa mencapai 1 meteran, tapi untuk belut yang dikonsumsi hanya sebatas 20cm sampai 25cm-an saja. Biasanya belut hidup disawah-sawah, hal tersebut juga bermanfaat untuk para petani, adanya belut mengindikasikan tanah mereka subur dan pantas untuk ditanami tumbuh-tumbuhan, tanaman atau padi.

Banyak sekali masyarakat yang menyukai ikan jenis ini. Anda dapat menikmati belut dengan cara digoreng, dimasak dengan saus pedas asam, atau dengan banyak resep lain.

Selain rasanya yang lezat, belut ternyata memiliki banyak nutrisi yang baik untuk tubuh Anda. Itulah alasan mengapa saat ini permintaan akan ikan belut semakin meningkat.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus meningkat terhadap belut, makan Anda dapat menggunakan kesempatan ini untuk bisnis Anda dengan membudidayakan belut sawah.

Cara Budidaya Belut Sawah

Nah, pada artikel ini kita akan bahas secara lengkap cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk budidaya belut sawah.

1. Memilih Lokasi Budidaya Belut

Belut sawah ternyata dapat hidup di berbagai kondisi, baik pada dataran tinggi atau rendah, kondisi dengan curah hujan tinggi maupun sebaliknya.

Hal ini menjadi wajar karena habitat alami belut ada di sawah yang biasa ditanami padi. Sama seperti halnya tanaman padi, yang bisa tumbuh di berbagai kondisi, jika daerah itu ada padi, maka kemungkinan besar dapat dijadikan tempat untuk mengembangbiakkan belut.

Untuk membudidayakan belut, hal pertama yang harus Anda pastikan adalah ketersediaan air yang bersih.

Maksudnya bersih di sini adalah tidak ada pencemaran limbah, baik limbah pabrik, detergen, atau pestisida. Pada air yang suhunya 25-31°C, belut akan bertumbuh dengan baik.

2. Memilih Bibit Belut

Pembibitan menjadi hal yang tak kalah pentingnya dengan pemilihan lokasi. Jika Anda salah dalam memilih bibit, maka hasilnya pun akan merugikan Anda secara finasnsial dan waktu.

Bibit akan sangat mempengaruhi terhadap pertumbuhan belut. Berikut ini merupakan ciri-ciri belut yang harus Anda pilih:

  • Belut yang lincah dan aktif
  • Ukuran benih sama besar kecilnya sekitar 9-12 cm
  • Belut yang tidak terdapat luka
  • Bebas Penyakit

3. Menyiapkan Kolam Budidaya

Anda bisa menggunakan kolam permanen atau semi permanen untuk pembudidayaan belut. Kolam tanah, sawah atau kolam beton biasanya digunakan untuk pembuatan kolam permanen.

Sedangkan untuk kolam semi permanen, Anda bisa menggunakan kolam terpal, tong, drum, kontainer plastik, atau jaring.

Anda juga bisa membangun kolam tembok dengan luas yang disesuaikan dengan lahan dan juga kebutuhan. Ketinggian kolam yang dibangun kira-kira 1-1,25 meter.

Kolam harus dilengkapi dengan lubang pengeluaran yang agak besar, fungsinya untuk memudahkan penggantian media tumbuh.

Jika menggunakan kolam yang masih baru, sebaiknya kolam dikeringkan terlebih dulu selama beberapa minggu.

Setelah itu, Anda harus merendam kolam dengan air yang ditambahkan daun pisang, pelepah pisang, atau sabut kelapa lalu lakukan pencucian minimal sebanyak tiga kali agar bau semen hilang.

4. Penebaran Bibit Belut Sawah

Untuk informasi, belut ternyata bisa dibudidayakan dengan kepadatan tinggi dengan bibit belut berukuran panjang 10-12 cm berkisar 50-100 ekor/m2.

Lakukan penebaran bibit pada pagi atau sore hari, agar belut tidak stres. Bibit yang berasal dari tangkapan alam sebaiknya dikarantina terlebih dahulu selama 1-2 hari.

Proses karantina dilakukan dengan meletakkan bibit dalam air bersih yang mengalir. Berikan pakan berupa kocokan telur selama dalam proses karantina.

Aturlah sirkulasi air dengan seksama. Jangan terlalu deras (air seperti genangan sawah) yang penting terjadi sirkulasi air. Tak lupa Anda harus mengatur kedalaman air, karena hal ini berpengaruh pada postur tubuh belut.

Belut akan banyak bergerak untuk mengambil oksigen dari permukaan jika air terlalu dalam, sehingga belut akan lebih kurus.

5. Pemberian Pakan

Salah satu cara budidaya belut yang dapat memberikan hasil maksimal yaitu pemberian pakan secara tepat. Pertumbuhan dalam budidaya belut juga sangat dipengaruhi oleh pemberian pakan yang tepat pada belut, sehingga membuat budidaya belut menjadi lebih maksimal.

Pakan alami belut yang baik untuk pertumbuhan belut yaitu zooplankton, maggot/belatung, cacing tanah dan ikan-ikan kecil.

Lakukan pemberian pakan dengan dosis 5-20% dari dosis bobot belut/hari, pemberian pakan ini dilakukan satu kali sehari yaitu pada sore hari.

6. Panen

Anda sudah bisa melakukan panen setelah kira-kira 3 – 4 bulan proses budidaya. Harga jual belut sawah adalah 32.000/kg dengan bobot rata-rata sekitar 3-5 ekor/perkilonya. Untuk ukuran panen tergantung permintaan pasar. Kalau 3 -5 ekor terlalu besar bisa dikurangi lagi.

Demikianlah penjelasan mengenai tata cara pembudidayaan belut sawah yang bisa Anda lakukan. Semoga bermanfaat dan menjadi ide usaha untuk menambah pundi-pundi uang Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *