4 Cara Ternak Ikan Cupang Dengan Mudah Untuk Pemula

Posted on

Cara Ternak Ikan Cupang – Ikan cupang adalah salah satu jenis ikan air tawar yang hidup daerah tropis. Ikan ini banyak ditemukan di Asia khususnya Asia tenggara, termasuk Indonesia.

4 Cara Ternak Ikan Cupang Dengan Mudah Untuk Pemula
4 Cara Ternak Ikan Cupang Dengan Mudah Untuk Pemula

Di alam bebas ikan cupang hidup secara bergrup di rawa-rawa, danau, dan sungai yang arus airnnya tenang. Ikan cupang memiliki daya tahan yang sangat bagus.

Ikan ini sanggup hidup di lingkungan air yang minim oksigen, seperti didalam toples kecil tanpa menggunakan aerator.

Ketahanan tersebut karena ikan cupang memiliki rongga labirin seperti yang terdapat pada paru-paru Manusia. Labirin tersebut bisa membuatnya bertahan pada lingkungan minim oksigen.

Dikalangan penghobi ikan cupang, dikenal dua macam ikan cupang yaitu ikan cupang hias dan ikan cupang adu. Ikan cupang hias dipelihara untuk dinikmati keindahan bentuk, warna, dan gerakannya. Sedangkan ikan cupang aduan dipelihara untuk di adu.

Ikan cupang merupakan salah satu jenis ikan hias yang mudah dipelihara dan dibudidayakan.

Budidaya ikan cupang juga tidak memerlukan tempat yang luas dan tidak memerlukan modal yang besar. Budidaya ikan cupang bisa menjadi usaha sampingan yang cukup menguntungkan.

Baca Juga : Cara Pengolahan Ikan Beku

Cara Ternak Ikan Cupang

Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai tahapan dalam budidaya ikan cupang sebagai alternatif usaha yang bisa Anda bangun.

1. Menyiapkan Indukan Ikan Cupang

Untuk memulai budidaya ikan cupang, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan indukan atau bibit ikan cupang yang berkualitas.

Pilihlah indukan ikan cupang yang berasal dari keturunan yang unggul, sehat, bebas dari penyakit dan tidak memiliki cacat bawaan.

Untuk sementara indukan jantan dan betina diletakkan ditempat terpisah. Sebelum memilih bibit/indukan ikan cupang, sebaiknya kita mengetahui dulu ciri-ciri ikan cupang jantan dan betina.

Ikan cupang jantan bisa dilihat dari gerakannya yang lincah, sirip dan ekor lebar mengembang, warnanya cerah dengan tubuh lebih besar.

Seangkan ikan cupang betina bisa dilihat dari gerakannya yang lebih lamban, sirip dan ekornya lebih pendek, warnanya tampak kusam dengan tubuh yang lebih kecil.

Sebelum proses pemijahan dilakukan, pastikan indukan jantan dan betina sudah masuk dalam fase matang gonad atau siap untuk dikawinkan.

Dibawah ini adalah ciri-ciri indukan yang telah menunjukkan siap kawin adalah sebagai berikut:

Untuk ikan cupang jantan:

  • Setidaknya sudah berumur 4-8 bulan.
  • Postur tubuh panjang.
  • Siripnya panjang dan warna tubuhnya cerah.
  • Gerakannya agresif dan lincah.

Untuk ikan cupang betina:

  • Setidaknya sudah berumur 3-4 bulan.
  • Bentuk badan membulat dan bagian perutnya terlihat sedikit buncit.
  • Siripnya pendek dan warnanya kusam.
  • Gerakannya lambat.

2. Pemijahan Ikan Cupang

Setelah induk ikan cupang jantan dan betina siap untuk memijah, pertama sediakan wadah seperti baskom plastik atau akuarium kecil dengan ukuran kurang lebih 20x20x20 cm.

Siapkan juga gelas plastik untuk tempat ikan cupang betina dan juga tumbuhan air seperti kayambang. Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan pemijahan ikan cupang:

  • Isi tempat pemijahan dengan air bersih setinggi kurang lebih 10-15 cm. Gunakan air tanah atau air sumur atau air sungai yang jernih.
  • Endapkan terelebih dahulu air yang akan digunakan sekurang kurangnya selama satu malam.
  • Jangan menggunakan air PDAM atau air yang terkontaminasi kaporit ambillah air sumur jika ada.
  • Tambahkan tanaman air kedalam wadah sebagai tempat burayak berlindung. Tapi penempatan tanaman air sebaiknya jangan terlalu padat. Karena jika terlalu banyak, tanaman air tersebut berpotensi mengambil oksigen terlarut yang ada didalam air.
  • Masukkan ikan cupang jantan yang telah siap kawin dan biarkan ikan tersebut selama satu hari didalam wadah.
  • Ikan cupang jantan akan membuat gelembung-gelembung udara yang gunanya untuk menyimpan telur yang sudah dibuahi.
  • Untuk memancing ikan cupang jantan membuat gelembung, masukkan ikan cupang betina tetapi harus tetap terpisah. Caranya, ikan cupang betina dimasukkan ke dalam gelas plastik bening (gelas plastik bekas air mineral), kemudian masukkan ke dalam aquarium yang telah di isi ikan cupang jantan.
  • Setelah induk ikan cupang jantan membuat seperti gelembung, masukan indukan ikan cupang betina dimasukkan kedalam aquarium.
  • Waktu pemijahan biasanya terjadi sekitar jam 7-10 pagi atau jam 4-6 sore. Ikan cupang cukup sensitif ketika kawin, oleh karena itu sebaiknya aquarium ditutup dengan koran atau diletakkan di ruangan yang tenang dan tidak ada aktivitas Manusia dan juga suara bising.
  • Setelah terjadi pembuahan, segera ambil agar tidak memakan telur-telur yang telah dibuahi. Selanjutnya yang bertugas membesarkan dan menjaga burayak adalah indukan ikan cupang jantan.
  • Indukan ikan cupang jantan baru diambil dari aquarium setelah burayak berumur 2 minggu terhitung sejak menetas. Pindahkan burayak/anakan ikan cupang pada wadah yang lebih besar dan berikan kutu air yang lebih besar atau jentik nyamuk.
  • Setelah berusia 1,5 bulan, anakan ikan cupang sudah bisa dipilah berdasarkan jenis kelaminnya. Kemudian pisahkan ikan-ikan tersebut ke wadah pembesaran.

3. Pemberian Pakan

Pakan favorit yang biasa diberikan pada ikan cupang adalah kutu air, cacing sutera dan larva/jentik nyamuk yang bisa diberikan 3-4 kali dalam sehari.

Semakin sering frekuensi pemberian pakan akan semakin baik karena lebih baik diberikan sedikit-sedikit tapi sering.

Hal ini befungsi untuk mengurangi resiko penumpukan sisa pakan yang bisa mengakibatkan berkembangnya penyakit.

Untuk ikan cupang anakan bisa diberi Makanan ikan cupang anakan adalah kutu air dan cacing sutra.

Berikan pakan ini disaat anakan ikan berumur 1 minggu hingga 2 bulan. Selanjutnya anakan cupang bisa diberikan pelet ikan dengan cara direndos agar halus atau bisa juga diberi jentik nyamuk berukuran kecil.

Yang perlu diingat adalah membersihkan tempat pembesaran ikan cupang kecil, karena anakan ikan cupang sangat mudah setres dan terjangkit penyakit jika lingkungan disekitarnya kotor.

4. Perawatan

Walaupun ikan cupang dapat hidup didalam air tanpa aerator, sebaiknya tetap menjaga kualitas air aquarium dengan memberinya aerasi dan filter pembersih agar ikan cupang bisa berkembang sempurna dan selalu dalam kondisi bugar, terutama untuk perawatan ikan kontes.

Jangan memelihara lebih dari satu ikan cupang jantan dewasa dalam satu aquarium karena bisa saling menyerang, apalagi jika ukuran aquariumnya kecil dan tidak tersedia tempat untuk berlindung/bersembunyi.

Jika tempatnya tidak memungkinkan, berikan sekat untuk membatasi toples agar ikan tidak saling melihatt. Ganti air yang ada dalam wadah jika sudah ada penumpukan kotoran dan sisa pakan didasar wadah.

Penumpukan kotoran dan sisa-sisa pakan tersebut bisa menimbulkan penyakit, bahkan kematian pada ikan cupang karena pencemaran air.

Baca Juga : Cara Mencegah Kematian pada Pembibitan Ikan Lele

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *